Melon, Sarat Antioksidan dan Menyegarkan

Juni 24, 2009 pukul 11:01 am | Ditulis dalam Pangan dan Gizi | 1 Komentar

 

Hmmm, makan sepotong melon di hari yang panas dan gerah memang nikmat plus segar. Kelebihan melon tak hanya terletak pada rasa dan aromanya yang harum, tapi juga pada khasiat sehatnya yang berjubel.

Sebelum tahun 1990-an, melon masih asing bagi orang Indonesia, tetapi kini sudah menjadi buah pencuci mulut yang populer. Buah ini hampir tak pernah absen disuguhkan di tempat-tempat pesta bersama dengan buah pencuci mulut lainnya seperti semangka, pepaya, dan nanas.

Menanjaknya popularitas melon tak hanya terjadi di dunia kuliner, tapi juga di dunia kesehatan. Pamornya semakin meningkat sejak WHO menggolongkan cantaloupe alias melon jingga sebagai salah satu buah tersehat di dunia (world’s healthiest foods) karena kandungan antioksidannya yang berlimpah.

Perjalanan panjang melintasi benua

Untuk menyingkap kiprah melon, kita harus menengok ke masa ribuan tahun ke belakang. Buah yang punya nama latin Cucumis melo ini berasal dari Persia atau kawasan Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.

Dari sana, perjalanan melon berlanjut ke Timur Tengah dan kemudian menyebar ke Eropa. Penduduk Mesir dan Romawi Kuno sudah mengenal melon sejak ribuan tahun yang lalu. Ini terbukti dari adanya catatan tentang tanaman melon di dalam piramida Mesir Kuno yang berusia 2400 SM.

Pada abad ke-14, Christopher Colombus membawa biji melon ke Amerika. Lalu, para penjelajah Spanyol membudidayakan melon secara luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.

Kenali variasi jenisnya

Jenis melon yang dijual di pasar dan supermarket memang bervariasi. Menurut kulitnya, melon bisa dibedakan menjadi dua tipe, yaitu melon berkulit jaring (netted melon) dan melon berkulit mulus (winter-melon).

• Melon hijau. Jenis melon yang paling populer di Indonesia, sering disebut melon lokal. Kulit luarnya keras, kasar, dan berurat seperti jala (net). Daging buahnya berwarna hijau pucat dan aromanya harum.

• Cantaloupe. Nama lainnya adalah muskmelon, rockmelon, atau sering disebut melon jingga. Bentuknya mirip dengan melon hijau yang berkulit tebal, keras, dan berurat seperti jala. Bedanya, warna kulit cantaloupe lebih hijau dibanding melon lokal dan daging buahnya berwarna jingga. Cantaloupe mengandung betakaroten yang paling banyak dibandingkan melon jenis lainnya.

• Golden melon. Juga dikenal dengan nama melon mas atau casaba. Kulitnya berwarna kuning muda dengan tekstur halus dan mengkilat. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa yang manis tapi tidak beraroma harum.

• Honeydew melon. Sesuai dengan namanya, melon ini rasanya paling manis dibanding melon lainnya. Melon madu memiliki kulit luar berwarna hijau keputihan dengan tekstur mulus dan mengkilat. Daging buahnya berwarna hijau pucat seperti melon hijau.

Mungkin masih ada yang mengira bahwa semangka alias watermelon tergolong sebagai salah satu jenis melon. Meskipun masih bersaudara dengan melon (sama-sama dari famili cucurbitaceae), semangka merupakan spesies yang berbeda. Buah yang tergolong sebagai melon, memiliki rongga di bagian tengahnya sebagai tempat berkumpulnya biji-biji. Sedangkan biji-biji semangka tersebar merata di seluruh daging buah.

Untuk detoks hingga antikanker

Kesegaran daging buah melon berasal dari kandungan airnya yang sangat tinggi (mencapai 95 persen), karena itu bisa memberikan rasa dingin yang menyejukkan. Tingginya kandungan air memberikan efek diuretik sehingga konsumsi melon bermanfaat untuk memperlancar buang air kecil. Kandungan air ini juga bermanfaat menggelontor dan menetralkan toksin serta bakteri dari dalam tubuh. Karena itu, melon bisa dimanfaatkan dalam terapi detoksifikasi.

Kandungan air dan mineral kalium dalam melon bekerja sama untuk mengeluarkan asam urat dan sisa metabolisme lewat ginjal. Asam urat yang berlebihan di dalam darah dapat membentuk kristal yang jika menumpuk di persendian akan menyebabkan artritis atau radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk di saluran kemih akan membentuk batu ginjal. Karena itu konsumsi melon sangat baik untuk penderita artritis dan batu ginjal.

Melon juga bermanfaat bagi kesehatan organ pencernaan. Kandungan air dan mineral pada buah melon bermanfaat untuk mengurangi keasaman lambung yang berlebihan sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita sakit maag atau tukak lambung. Selain itu kandungan seratnya juga membantu mengatasi konstipasi atau sembelit.

Konsumsi melon punya banyak manfaat untuk kesehatan kardiovaskuler. Melon mengandung mineral kalium yang membantu mengontrol tekanan darah, mengatur denyut jantung, mencegah stroke dan menurunkan risiko pembentukan batu ginjal. Melon juga mengandung adenosine, zat antikoagulan yang berperan mencegah penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit jantung dan stroke.

Melon mengandung vitamin C dalam jumlah yang berlimpah. Selain bermanfaat mengobati sariawan, menghaluskan kulit dan meningkatkan imunitas tubuh, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan pelindung tubuh dari serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung. Tak hanya itu, daging buah melon yang dijus juga mengandung asam elagat, senyawa fitokimia berefek antioksidan yang ampuh menggempur bibit sel kanker dan membantu menormalkan tekanan darah.

Melon jingga lebih kaya antioksidan

Dari semua jenis melon, cantaloupe alias melon jingga dianggap sebagai melon yang paling sehat. Daging buah melon yang berwarna jingga dan merah mengandung betakaroten dan likopen yang berperan sebagai antioksidan dalam jumlah melimpah.

Selain berperan sebagai antioksidan, betakaroten di dalam tubuh kita dapat diubah menjadi vitamin A yang bermanfaat menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Ophthalmology menunjukkan bahwa konsumsi cantaloupe mampu menurunkan risiko perkembangan katarak hingga 39 persen.

Para perokok dan perokok pasif sangat disarankan untuk mengkonsumsi cantaloupe. Menurut Richard Baybutt, profesor gizi dari Kansas State University, Amerika, benzo(a)pyrene, senyawa karsinogen yang terdapat dalam asap rokok akan menyebabkan defisiensi vitamin A yang mengakibatkan radang paru-paru. Karena itu konsumsi makanan tinggi vitamin A, seperti cantaloupe sangat dianjurkan untuk mencegah radang paru-paru.

Melon jingga juga banyak mengandung vitamin C, mineral kalium, serat, vitamin B3, B6 dan asam folat dalam jumlah melimpah. Kombinasi antara vitamin B kompleks dan serat dalam cantaloupe membantu proses metabolisme karbohidrat dan menjaga keseimbangan kadar gula darah.

Cantaloupe juga mengandung polifenol antioksidan yang bisa diekstrak oleh tubuh menjadi enzim superoxide dismutase (SOD) yang sangat dibutuhkan untuk memelihara kesehatan dinding pembuluh darah dan mencegah serangan jantung.

Melihat deretan panjang khasiat sehat yang dimilikinya, tak berlebihan jika melon terplilih sebagai salah satu buah tersehat di dunia.

Tips, All About Melon

• Pilih melon yang sudah matang, bentuknya bundar, kulitnya bebas dari memar dan retak, beraroma harum serta segar. Jangan memilih melon yang masih ada tangkai buahnya. Tangkai ini akan terlepas sendiri ketika melon sudah masak. Kalau bekas ujung tangkai buah kelihatan dipotong paksa, berarti melon itu sudah dipanen sebelum masak.

• Untuk memperoleh manfaat maksimal antioksidan, pilih melon yang benar-benar matang. Penelitian yang dilakukan di University of Innsbruck, Austria, menunjukkan bahwa buah yang matang sempurna mengalami peningkatan kadar antioksidannya. Bernard Krautler, Ketua penelitian tersebut menyatakan bahwa proses pematangan buah akan menghasilkan NCC (nonfluorescing chlorophyll catabolytes) yang bersifat antioksidan kuat.

• Melon tak akan menjadi lebih manis setelah dipetik dan disimpan, meski teksturnya melunak. Justru kandungan gulanya menurun dengan cepat. Jadi sebaiknya melon dibiarkan saja di pohonnya sampai masak dan berbau harum, baru dipetik ketika hendak dimakan. Melon utuh bisa disimpan selama 2-4 hari jika disimpan di suhu kamar. Akan lebih awet selama 5-10 hari jika disimpan dalam kulkas. Jika sudah dipotong, melon bisa disimpan selama 2-3 hari dalam wadah tertutup di kulkas, dan bisa lebih tahan lama jika dibekukan.

• Melon yang sudah dibelah dua dan disimpan di kulkas sebaiknya jangan dibuang bijinya. Biji-biji ini akan mencegah daging melon mengering.

• Melon matang berbau harum dan tajam, dan aroma ini bisa menyebar ke makanan lain. Melon juga menyerap aroma makanan lain. Karena itu, potongan melon yang disimpan dalam kulkas harus dibungkus rapat dengan plastik pembungkus.

• Cuci melon dengan air hangat bersabun sebelum dipotong untuk menghilangkan kotoran yang menempel di permukaan kulit yang bisa terbawa pisau pemotong ke daging buah.

• Jika suka, Anda bisa menambahkan perasan air jeruk nipis atau lemon untuk meningkatkan rasa dan aroma melon.

Resep Sehat

Cooling Melon Punch
untuk 2 orang

Minuman segar dengan rasa manis-asam yang menggigit. Mengandung vitamin C dan selasih yang bermanfaat redakan panas dalam.

75 g gula pasir
50 ml air
10 lembar daun mint, iris kasar
150 g melon hijau, serut memanjang, dinginkan
150 g melon jingga, serut memanjang, dinginkan
1/2 sdm selasih, rendam dengan air matang ± 100 ml
330 ml (1 kaleng) air soda, dinginkan
1/2 sdm air jeruk lemon

• Masak gula pasir dengan air hingga gula larut, matikan api. Masukkan daun mint, diamkan hingga dingin. Saring daun mint.
• Campurkan air gula dengan serutan melon, selasih, air soda dan air jeruk lemon. Aduk rata.
• Sajikan segera.

diambil dari : http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/pda/detail.aspx?x=Nutrition&y=cybermed%7C0%7C0%7C6%7C482

Pentingnya Labu Siam di Saat Hamil

Juni 24, 2009 pukul 10:48 am | Ditulis dalam 201238, Pangan dan Gizi | 1 Komentar

Meskipun bentuknya tidak eksotis, labu siam banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Sayuran yang murah harganya ini merupakan makanan sehat buat jantung, mampu menangkal kanker, dan sangat baik bagi wanita hamil. Labu siam pertama kali ditemukan oleh Patrick Browne di Jamaika pada tahun 1756. Jenis tanaman ini banyak ditanam di kawasan Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Di Meksiko, tanaman labu siam tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran, umbinya juga sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Labu Siam bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini disebut chayote. Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sebagai lalapan, sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap atau sayuran lainnya.

 Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini termasuk tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa banyak memerlukan perawatan khusus. Berdasarkan penampilan buahnya, labu siam terbagi menjadi dua varietas, yaitu varietas labu Siam dan varietas labu anggur. Varietas labu siam memiliki ukuran buah besar, dapat dipanen pada stadium cukup tua untuk bahan sayuran, atau stadium amat muda (baby) sebagai bahan lalapan. Varietas labu anggur memiliki ukuran buah kecil, umumnya dipanen pada stadium amat muda (baby) untuk dijadikan bahan lalapan. Kaya Serat Komposisi gizi labu siam dapat dilihat pada tabel. Buah labu siam memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7 g per 100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus. Serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit kanker yang disebabkan sistem pencernaan yang tidak sempurna.

Komposisi Gizi per 100 gram Labu Siam

Kadar Energi (kkal) 17

Protein (g) 0,82

Lemak (g) 0,13

Karbohidrat (g) 3,9

Serat (g) 1,7

Gula (g) 1,85

Kalsium (mg) 17

Besi (mg) 0,34

Magnesium (mg) 12

Fosfor (mg) 18

Kalium (mg) 125

Natrium (mg) 2

 Seng (mg) 0,74

Tembaga (mg) 0,12

Mangan (mg) 0,19

 Selenium (mg) 0,2

Vitamin C 7,7

Tiamin (mg) 0,03

Riboflavin (mg) 0,03

Niacin (mg) 0,47

Vitamin B6 (mg) 0,08

Folat (mkg) 93

Vitamin E (mkg) 0,12

Vitamin K (mkg) 4,6

Serat pangan mampu mengurangi waktu tinggal (transit time) makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Selama tinggal di saluran pencernaan, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik (penyebab kanker). Berkat singkatnya transit time sisa makanan di saluran pencernaan, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga makin pendek, sehingga peluang terjadinya kanker menjadi sangat kecil.

Kandungan asam folat pada buah labu siam juga cukup baik, yaitu 93 mkg per 100 g. Konsumsi 100 gram labu Siam cukup untuk memenuhi 23,25 persen kebutuhan tubuh akan asam folat. Asam folat sangat penting bagi ibu hamil karena dapat mengurangi risiko kelahiran bayi cacat. Konsumsi asam folat yang rendah pada ibu hamil berhubungan erat dengan berat bayi lahir rendah dan kejadian neural tube defects (gangguan otak).

Defisiensi asam folat ditandai oleh gejala anemia, yaitu jumlah sel butir darah merah berkurang. Kebutuhan asam folat pada orang dewasa adalah 400 mkg per hari. Kebutuhan ini menjadi dua kali lipat pada ibu yang sedang hamil, dan bertambah 50 persen pada ibu yang sedang menyusui.

Turunkan Kolesterol

Buah labu siam juga kaya akan Kalium. Kalium berguna bagi tubuh untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan, sehingga tubuh menjadi lebih segar. Selain itu, buah labu siam juga mengandung komponen vitamin yang cukup tinggi. Niasin merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang disebut sebagai vitamin B3, berfungsi untuk menurunkan produksi VLDL (very low density lipoprotein) di dalam hati, sehingga produksi kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan trigliserida dapat menurun. Niasin berperan pada reaksi enzimatik di dalam tubuh untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yaitu sebagai koenzim I dan koenzim II. Niasin sangat diperlukan agar suplai energi dalam jaringan tubuh berjalan normal. Kekurangan niasin yang parah setelah beberapa bulan akan mengakibatkan pellagra serta dermatitis, yaitu gangguan kulit yang khas dan simetris, terutama di bagian badan yang tidak tertutup seperti tangan, lengan, siku, kaki, kulit, dan leher. Labu siam juga kaya akan vitamin B6. Vitamin B6 mempunyai peran penting dalam metabolisme protein. Vitamin B6 sangat esensial untuk proses transaminasi dan deaminasi serta dekarboksilasi asam amino. Kebutuhan per hari mencapai 0,02 mg untuk dewasa, 0,015 mg untuk bayi, 0,2-1,2 untuk anak-anak, dan 1,4-2 mg untuk remaja. Kandungan selenium pada labu siam juga cukup baik. Selenium berperan penting untuk memperbaiki mood.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat (1996) membuktikan bahwa orang yang kadar selenium tubuhnya paling rendah menunjukkan mood yang paling buruk. Konsumsi selenium disarankan sekitar 55-70 mikrogram perhari. Cegah Hipertensi Labu siam mempunyai sejumlah khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat terbesar labu siam adalah kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi. Makanan tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah bila mengandung rasio kalium:natrium minimal 5:1. Setiap 100 gram buah labu siam mengandung kalium:natrium dengan perbandingan 62:1. Selain itu, labu siam juga diketahui memiliki efek diuretik, sehingga mampu menurunkan kadar garam di dalam darah melalui pembuangan air seni. Berkurangnya kadar garam yang bersifat menyerap atau menahan air ini akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan darah akan menurun. Labu siam juga sangat baik bagi penderita asam urat. Efek diuretik dari labu siam akan melancarkan pembuangan air kecil, sehingga kelebihan asam urat dapat segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Labu siam juga baik bagi penderita diabetes. Hal itu disebabkan pada labu siam terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga penderita diabetes tidak perlu mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan. Kandungan air yang tinggi pada labu siam membuatnya sangat baik untuk menjaga kesehatan ginjal. Labu siam juga mengandung komponen saponin yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan saponin sangat bermanfaat untuk menghambat dan mencegah penyerapan kolesterol di dalam darah.

Rata-rata konsumsi saponin yang dianjurkan adalah 15 mg setiap hari. Pada labu siam juga terkandung komponen tanin yang bersifat antimikroba, serta alkaloid yang mampu memperlancar peredaran darah sehingga mencegah penyakit stroke. Meskipun belum memiliki bukti ilmiah secara pasti, labu siam telah dikenal sebagai obat wasir. Hal itu mungkin disebabkan kandungan seratnya yang cukup baik. Selain itu, labu Siam juga baik untuk penderita sariawan. Namun, labu siam tidak cocok diberikan kepada penderita rematik karena sifat dinginnya dapat memicu munculnya gejala sakit.

Oleh: Prof. Dr. Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Jika mereka mendengarkan yang ini.., bukan yang itu.

Juni 2, 2009 pukul 9:28 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | 2 Komentar
Tag:

Ada benarnya jika disebut, anak-anak seperti kaset kosong yang siap merekam apa saja yang mereka dengar.

Malam ini, saat baru aja masuk kamar mandi, saya mendengar anak-anak sempat bermain-main di halaman depan kontrakan kami. Ramai sekali…., dalam hati berdoa, semoga Hanifnya ga bangun karena keberisikan.

Mereka berteriak-teriak dengan keras, meski saya tidak begitu jelas dengan apa yang mereka katakana. Satu yang menjadi catatan dalam benak saya. “Dasar bego”, kata-kata itu sepertinya sudah menjadi kata-kata yang lazim atau sangat biasa diucapkan mereka, anak-anak yang saya tidak begitu faham siapa saja. Meski dari suaranya saya sedikit hafal, dan bisa menerka siapa saja mereka…

Satau lagi, jika saja mereka tidak mendengarkan yang ini. Lagu yang saya ga begitu tahu, ini lagunya siapa, syairnya–>“aku la la la……”duh ga tau deh, kelanjutannya, yang jelas lagi ngetren banget deh…dan mereka begitu hafal dengan fasih lagu ini. Seandainya yang mereka dengar adalah murottalnya Ahmad Saud, tentu mereka akan juga menghafalnya dengan fasih, jadilah bumi Indonesia ini kaya dengan hafidz-hafidz kecil yang maniz..

Saya hanya bisa menduga, mereka dapat hafal lagu-lagu ngetren dengan fasih karena mereka mendegarnya setiap hari dari televisi. Seandainya( lagi), televise-televisi Indonesia memperdengarkan murottal dari hafidz-hafidz kecil, mungkin itulah yang akan didengar oleh anak setiap harinya dan secara tidak langsung terekam dengan kuat di kepala mereka. Jadilah malam-malam riuh dengan tilawah anak-anak yang saling berlomba dengan banyaknya hafalan mereka…akankah begitu? ^_^

Ya Alloh kabulkanlah permohonanku….

Menulis itu gampang, tapi juga tidak mudah…

Mei 29, 2009 pukul 10:32 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | 2 Komentar

Menulis itu sebenarnya pekerjaan atau kegiatan yang susah-susah gampang. Kata Bang Jonru sih emang mudah, tapi bagi sebagian orang mungkin sedikit tidak mudah. [bahasanya berbeli-belit ya..:)].

Ketika sedang melihat sesuatu kadang langsung terbersit ide muncul untuk menuangkan dalam sebuah karya berupa tulisan. Tapi begitu sudah berjeda oleh waktu kok idenya terbang melayang ya…, itulah kenapa, seingat saya, pernah baca bukunya Ustadz Faudzil (judulnya lupa) ketika ada ide harus langsung dituangkan. Jika tidak maka kita akan segera lupa ole hide-ide yang baru saja menggelayut di benak kita. Makannya disarankan juga oleh Ustadz Faudzil, jika kemana-mana bawalah selalu buku atau sejenisnya dan pena tentunya untuk menuliskan segala sesuatu yang terbersit jika kita sedang melakukan perjalanan atau sebuah kegiatan. Baik yang kita lihat maupun kita rasakan.

Nah, di sinilah kesulitan saya untuk segera menuliskan ide-ide tersebut. Setelah jundi kecil hadir di keluarga kami, sebenarnya ide-ide tulisan sering kali tiba-tiba muncul ketika menyaksikan tumbuh kembangnya dan polah tingkah jundi kecil kami. Tapi untuk segera menuliskannya masih kesulitan, kenapa? Karena tidak mungkin saya langsung meninggalakan acara bermain dengan si kecil. Bagi saya ini bukan sebuah hambatan untuk menulis ketika si kecil hadir, tapi belum adanya penyesuaian saja sepertinya. Semoga ada percepatan dalam penyesuaian tersebut, karena saya ingin segera membuahkan sebuah karya berupa tulisan.

Face book (FB) yang semulanya saya malas untuk register dan rajin membukanya karena saya pikir tidak ada manfaatnya ternyata itu tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Dari membaca tulisan ikhwah di FB saya kemudian terpacu lagi untuk rajin membaca, dan menulis, kemudian terbersit juga  ide untuk bisnis by internet. Kemudian saya diskusikan dengan suami, akhirnya bismillaah. Semua jika diniatkan untuk mencari maslahat insya Alloh tetap tidak sia-sia.

Satu yang terlupa, untuk menulis kita harus rajin membaca itu kuncinya. Darimana kita akan menuangkan sebuah ide jika tidak ada yang kita punya, meski ide itu muncul dari sebuah pengamatan namun tetap saja , sepertinya, kita membutuhkan referensi sebuah bacaan. Meski tidak harus diambil sebagai sumber, setidaknya dari membaca akan muncul sebuah wacana baru sebagai bagian dari tulisan kita.

Alhamdulillah, tidak terasa saya sudah menulis untuk hari ini meski hanya sekian alenia. Tapi saya bersyukur Alloh telah memudahkan saya untuk menuangkan apa-apa yang ada dalam pikiran saya. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik bagi saya untuk selalu menulis dan menulis, sehingga saya bisa menghasilkan sebuah karya berupa tulisan, yang tentu saja saya berharap dengan tulisan saya tersebut bisa bermanfaat bagi ummat dan dalam rangka dakwah bil haq…

Akhirnya, Alhamdulillah. Atas kemurahanMu ya Alloh …telah memudahkan jari-jari ini untuk menekan tuts2 keyboard PC sehingga ada sebuah tulisan ini. Thanks to my husband. Thanks to my little jundi. Kalian adalah inspirasi terindahku. Luv u so much.

Backsound by IZIS “barisan jihad

Ujian itu…

Mei 18, 2009 pukul 3:28 pm | Ditulis dalam Goresan Hati | Tinggalkan komentar

Hari ini, sebuah pelajaran hidup di usiaku yang hampir menginjak 27 tahun.  Hari ini, Alloh telah memilih dari saudariku untuk menerima sebuah ujian besar. Kehilangan seorang anak yang masih berusia 7,5 bulan. Sebagai seorang Ibu muda aku sangat faham, bagaimana perasaannya. Tapi aku yakin, bahwa Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Kehilangan anak pertama, di usia yang masih relatif muda, sungguh sebuah ujian yang akan menempa hati untuk menjadi lebih tegar dan sabar.

Tulus, kuuntai doa, semoga Alloh memberikan kesabaran seluas samudra dan mengganti dengan pahala yang berlipat kepada keluarga muda TehDedeh dan Om Firman.

Pagi ini, episode kelabu yang sungguh menyesakkan dada, menjadi pelajaran dan mengingatkan kita, bahwa semua yang kita miliki adalah hanya titipanNya, dan jika pada masanya Sang Pemilik akan mengambilnya maka kita harus ikhlas melepasnya..

@Story: Pagi ini jam 5.30 keluar rumah untuk belanja, di luar ada Bude sebelah rumah mengabarkan klo Nabil dibawa kerumah sakit. Dalam hati bertanya-tanya, bukannya Nabil udah baikan ya. Setelah belanja, saya masuk rumah dan melanjutkan acara masak pagi.

Waktu itu, saya udah memanaskan minyak di atas kompor. Dan baru meracik kentang untuk di goreang. (Rencananya bikin sambel goreng kentang plus telur puyuh)

Tiba-tiba, samar2 saya mendengar ucapan Bude sebelah rumah sambil berteriak “Innalillaahi” “Nggak ada”. Kaki rasanya udah gemetaran, segera saya matikan kompor dan keluar rumah.  Saya langsung kesebelah, namun sepi hanya ada Mas Tyo. Saya melihat rumah teh Dedeh pintunya sudah terbuka. Tapi saya tetap ke sebelah mencari Bude Iwan, adanya cuma Mas Tyo “Ada apa mas Tyo?”, katanya “Nabil Tante, udah ga ada….”

Setengah berlari saya menuju rumah Teh Dedeh, Ya Alloh Nabil…Saya dekap wajah mungilnya, yang saat itu seperti sedang tersenyum. Innalillaahi wa inna ilaihi roo ji’un. Ya Alloh, Engkau sangat menyayanginya, sehingga begitu cepat Engkau mengambilnya. berurai sudah air mata ini….

ya Alloh, jadikan Nabil kecil sebagai ladang pahala bagi kedua orang tuanya atas kehilangan ini, berikan kesabaran seluas samudra kepada mereka.

Selalu ada hikmah dalam setiap jeda kejadian, Rabb…ambillah kami dlam keadaan husnul khotimah. Amin….

*Teh Dedeh, adalah tetangga kontrakan yang suaminya adalah temen kantor dan dulu temen kos Abinya Hanif.

Mudik eui…

Mei 8, 2009 pukul 8:22 pm | Ditulis dalam Kesehatan Anak | Tinggalkan komentar

Inilah mudik pertama keluarga kami, saya , suami, dan tentunya bersama si kecil Hanif nan lucu. Awalnya berat juga membawa mudik si kecil, membayangkan banyaknya orang di stasiun dan adanya penumpang bertiket tanpa kursi di kereta, “wah, bakalan berdesakan nehh….”.

Tapi Alhamdulillah banget, di Gambir penumpang seperti hari-hari biasa, dan di atas kereta tidak ada penumpang bertiket tanpa tempat duduk. Alhamdulillaah.. Begitu kereta datang, alhamdulillaah…tepat waktu, eh begitu masuk gerbong si kecil Hanif langsung berteriak keras, rupanya dia girang banget dehh kayaknya. Mungkin dipikirnya, “ini ruang apaan ya…, belum pernah lihat deh kayaknya… “ (betul ga Nif?)he..he…tentu saja “ini namanya kereta api Hanif…”

Sampai di Jogja, pas waktu berbuka. Agak terlambat deh keretanya. Wuahh…merasakan hangatnya Jogja. Wait, tunggu dulu, ternyata Jogja ketika musim lebaran kemaren tidak hanya hangat tapi juga menyengat jika siang datang. Kita bertiga tambah hitam gitu dehhh…hikss!!!

Mudik memang meninggalkan kisah yang banyak dan bermacam-macam….(emangnya sayuran). Saat mudik Hanif kan belon ada 6 bulan, jadi alhamdulillaah tidak ribet deh harus bawa-bawa mangkuk, parutan, dan lain sebagainya layaknya perlengkapan MPASI karena Hanif masih ASI EKSKLUSIF gitu loch…. Nah, berhubungan dengan ASI EKSKLUSIFnya Hanif ada kisah menarik….

ASI EKSKLUSIF YANG TERPINGGIRKAN

Kisahnya begini, saat itu pagi semua orang sudah mandi (ya iyyalah, orang pagi itu idul fitri), jadi kita semua bersiap-siap sholat ied di lapangan. Nah, karena saya juga mau ikutan sholat, jadi strollernya Hanif ikut serta, maksudnya, supaya ketika di tinggal sholat, Hanifnya ga kemana-mana, soalnya Hanif waktu itu sudah bisa merangkak ala tentara (begitu katanya Bundany Kayla, he..he.. :), kalo sekarang mahh udah merangkak betulan….

Nah, waktu itu kalo ga salah sholatnya udah selesai, alhamdulillaah Hanifnya pas sholat anteng banget. Nah..(nah lagi!), waktu itu saya mau ambil Hanif dari stroller untuk saya gendong, kebetulan di sebelah stroller ada ibu-ibu temenya Ibu mertua (soalnya kenal gitu dehh..), ibu itu menyapa.. Tepatnya begini lho percakapanya..

Ibu-Ibu : Wuah, udah gede ya Mbak putrane?

Saya : Iya Bu,alhamdulillaah..

Ibu-Ibu : Berapa bulan Mbak?

Saya : 6 bulan kurang dikit Bu

Ibu-ibu : Udah di kasih maem ya

Saya : Alhamdulillaah Bu, belum. Insya Alloh ASI Eksklusif saja.

Ibu-Ibu : Wah kasihan Mbak, nggak laper po?

Saya : Insya Alloh enggak Bu, lha wong putrane baik-baik saja kok. (jujur saja, sebenarnya dalam hati saya agak sedikit dongkol , ternyata mengalami juga kisah momnya Fayyadh 😉 S

Sepertinya percakapan di atas biasa saja. Tapi ada sedikit pelajaran yang bisa di ambil di sana. Ternyata himbauan pemberian ASI EKSKLUSIF masih sangat kurang, banyak yang menganggap bahwa jika bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan tidak mencukupi kebutuhannya. Padahal himbauan dari WHO, tentu saja sudah melalui berbagai penelitian, bahwa pemberian makan sebelum waktunya dapat menimbulkan berbagai gangguan pencernaan pada bayi. Sebenarnya sosialisasi ASI EKSKLUSIF jangan hanya diberikan kepada ibu muda, ibu-ibu hamil, atau petugas kesehatan saja, tapi juga masyarakat secara menyeluruh, misalnya saja minimal harus ada perwakilan satu orang dari setiap satu keluarga, karena banyak kasus, gagalnya pemberian ASI EKSKLUSIF justru dari orang-orang terdekat (keluarga khususnya).

Ibu-ibu pada zaman dahulu taunya kalo bayi nangis mesti lapar, makanya trus dikasih deh maem, padahal banyak lho penyebab bayi menangis. Akhirnya, masih bayi dikasih deh pisang kerok, nasi lumat, dan lain sebagainya. Ups, alhamdulillaah, ibu saya tersayang kan jadi kader POSYANDU sejak anaknya masih kecil mpe sekarang dah punya cucu dua, jadi deh ibu pendukung ASI EKSKLUSIF, makasih Bunda. Atau bisa juga dilihat dari badan si bayi, jika badannya kecil maka dianggapnya ASInya kurang, sebenarnya asalkan tidak dibawah kurva grafik pertumbuhan dan BBnya selalu naik, jangan khawatir deh, mungkin bakat (turunan) atau si kecil cenderung tinggi, begitulah. Karena saya pernah baca buku “Mengukir Cinta di Lembar Putih”- Afifah Afra, dituliskan, bayi ASI memang cenderung kecil di banding bayi susu formula. Jadi, dalam tulisan ini saya menekankan, banyak kisah ibu muda yang mendapat tantangan2, justru dari keluarga terdekat mereka. Dan jika kita tidak siap maka kita akan stress, padahal jika kita stress, ASI kita justru tidak akan keluar…so jangan gentar dengan serangan-serangan itu.

Untuk urusan ASI EKSKLUSIF katakan YA  jika ada YANG MENENTANG!!! Karena, bisa jadi orang tua kita sendiri, mertua, kakak, kakak ipar, nenek kita, yang justru menentang ASI EKSKLUSIF. Jangan juga terbujuk dengan iklan susu formula (sufor) yang katanya penuh gizi, DHA, AA dan lain sebagainya. Bukankah ALLOH SWT telah menganugrahkan kepada kita sebagai seorang ibu untuk dapat memberikan ASI yang selalu fresh, mudah dan praktis, murah dan tentunya bergizi tinggi tiada tanding amiin.////

Kutipan : Usia Berapa Bayi Mulai Mengenal Makanan Pendamping ASI?

 Memiliki anak pertama tentunya merupakan pengalaman yang sama sekali baru, dan karenanya banyak yang perlu ditanyakan tentang banyak hal, termasuk mengenai usia pengenalan makanan (Makanan Pendamping Air Susu Ibu = MPASI) pada bayi.

 “Saya bingung, sebaiknya anak saya mulai makan usia berapa ya? 4 atau 6 bulan?” begitu tanya seorang ibu yang anak pertamanya baru akan memasuki usia 4 bulan dalam beberapa hari. “Makanannya berbentuk apa? Bubur? Pisang? Jadwalnya bagaimana?” tanyanya kemudian. Tanggapan dari para mommies di milis WRM rata-rata menyarankan untuk menunggu sampai dengan usia bayi 6 bulan, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

 Disebutkan pula bahwa dalam penelitian terbaru banyak hal yang membuktikan bahwa pemberian bahan makanan tambahan (BMT) sebelum usia 6 bulan biasanya tidak memberikan keuntungan yang “dikenal” bagi bayi. Selain itu juga malah mempersingkat masa total pemberian ASI eksklusif, serta ada kemungkinan malah dapat terbentuk alergi terhadap bahan makanan tertentu.

Kadang-kadang memang ibu yang baru memiliki anak pertama dibuat bingung soal ini karena pengaruh pendapat kiri kanan seperti dari keluarga atau tetangga. Informasi tentang perubahan masa pemberian MPASI ini dijelaskan oleh seorang mom.

Menurut informasi tersebut, untuk panduan internasionalnya sendiri ada dua macam. Hingga awal tahun 90-an, organisasi internasional seperti WHO dan UNICEF menganjurkan pemberian BMT pada akhir usia bayi 4 bulan. Anjuran ini sendiri hingga kini masih dijadikan referensi di Jerman oleh Deutschen Gesellschaft fuer Ernaehrung (DGE 1996), Forschungsinstitut fuer Kinderernaehrung (aid 1998) dan der Nationalen Stillkomission (2001). Kemudian pemberian BMT sekitar usia 6 bulan sendiri dianjurkan oleh UNICEF pertama kali dalam publikasi UNICEF (Facts of life 1993) dan resolusi 47.5 World Health Assembly (1994). Awal mulanya mungkin karena ditemukan adanya peningkatan jumlah kasus alergi pada bayi karena makanan tambahan di Amerika dan Eropa. Sejak tahun 1999, UNICEF konsekuen untuk menyuarakan pemberian BMT saat bayi berusia 6 bulan.

Dalam publikasi WHO sendiri (1999) dua panduan tersebut juga ditemukan, namun panduan terbaru WHO untuk eropa dan negara2 bekas Uni Sovyet menyebutkan adanya anjuran pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan (Michaelsen et al 2000). Dalam dokumen lain American Academy of Pediatrics (1997) dan Health Care Inspectorate and Nutrition Centre Niederlande (1999) juga ditemukan anjuran serupa.

Dalam literatur ilmiah terbaru atas dasar keuntungan dari segi kesehatan pada bayi, maka anjuran pemberian ASI hingga usia 6 bulan selalu disebutkan. “Repotnya, interpretasi hasil studi dan anjuran tersebut biasanya ‘dipersulit’ dengan adanya definisi yang tidak cukup serta tak adanya ketepatan terminologi (semisal: sejak usia 6 bulan, kira kira usia 6 bulan, setelah usia 6 bulan)” lanjutnya kemudian. Ditambahkannya bahwa untuk pemberian bahan makanan tambahan antara usia 4-6 bulan dapat dipertimbangkan bila:

– anak memiliki permasalahan gizi buruk (baca: bila referens kurva untuk anak yang memperoleh ASI: berat/tinggi badan = -2SD) dimana pertolongan pertama perbaikan manajemen laktasi tidak memberikan hasil yang memuaskan.

– adanya permasalahan kesehatan khusus pada anak (misal gangguan metabolisme tubuh tertentu) ataupun pada ibu. (Kaufmann, Scherbaum 2003)

Bila tidak ada permasalahan khusus, biasanya anjuran pemberian bahan makanan tambahan di sarankan dengan terlebih dahulu mengetahui studi terbaru tentang tema ini agar dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sebab kabarnya anjuran yang general sebenarnya kurang dapat diberikan tanpa melihat kondisi objektif kesehatan, perkembangan, serta kebutuhan makanan anak sebagai individu. “Untuk bahan makanan pertama, dianjurkan berupa bahan-bahan makanan yang kira-kira tidak sulit dicerna oleh bayi, sehingga masa adaptasi pertama organ pencernaan tidak mengalami masalah.

Kalau di sini (Jerman) dianjurkan untuk pengenalan hanya berupa sayur mayur tertentu dan buah-buahan”, tambahnya. Dan saran dari seorang mom, katanya “Yang penting sebisa mungkin jangan terlalu sering memberikan makanan instan, apalagi sekarang produk makanan bayi begitu hebatnya membanjiri dapur para ibu muda. Sebisa mungkin kita buat sendiri, karena lebih fresh, bersih, dan yang pasti yakin soal kehalalannya”. (Disarikan dari artikel)

Bersiap jadi Ummi….

Mei 8, 2009 pukul 3:16 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | Tinggalkan komentar

 

Kemaren sore, ana kejadwal di kelas TK, wuah siap² deh, alhamdulillah bisa sedikit ontime, ternyata sampai kelas lom begitu banyak, eh tapi selang berapa menit gitu, wah….ternyata tambah banyak juga.

Dan, yang ngawali dibuka ama Mba Unink, hiks ngeliat polah tingkah mereka ana jadi hanya bisa diam, ga tau mo ngapain gitu, ana hanya mengamati gitu aja, maksudnya mo tau karakter masing-masing anak. Dan…., M. Ikhwanul Ikhsan, sang Bongsor…., ketika dia datang tadi dia sudah menyapaku dengan segala “sopan santunnya”, kepalaku kena pula dijitaknya,  hiks!!!!!!!

 

Tau juga, anak yang satu ini bener super hiper aktif, tak pernah sekalipun dia duduk dengan manisnya, walau ana tau, konsentrasi belajar anak hanya berkisar 8-10 menit, itu selalu kuingat, tapi setidaknya temen²nya Inul masih bias mendengarkan dengan manis….., uh!

Dan, ana lagi ngiqra’ anak, tiba² ana mendengar suara Inul, tapi kok di atas yah, ana doangakkan kepala, kearah samping/tembok, wedewwww, gedobrak bangettt! Si Inul dengan sangat manisnya sudah nangkring di tembok, duhai Rabbi….,

 

Hiks, dengan menahan perasaan ana, cumin ngelihat aja….., eh tapi ternyata naas bagi ku, belum sempat ana siap² untuk bergeser dengan sangat “halus” sekali Inul langsung terjun nubruk ana, wuah….., duh atit oi….., (hiks…., pengen nangis deh rasanya, biz ada yang kena atit banget nih)

Hiks, masih dengan rasa sedikit L, namanya Bagas, anaknya lucu sih, tapi dia emang juga tidak jauh beza dengan si Inul, ketika dia ingin duduk dipangkuanku, dia tidak begitu saja bilang padaku:

“Mba’, dipangku ya,……..?”

 

Tapi dengan bahasa yang mungkin dia sendiri mengerti, beginilah: dia melihatku dari jauh, dan setelah itu dengan amat sangat kencang dia berlari…., dan dengan sangat –sangat “manisnya” dia langsung duduk dipangkuanku, …..

 

Pikirku mendingan dia langsung duduk gitu, tapi tidak dia pake meloncat dan Hih, mendarat dengan sangat empuk di pangkuanku, …..(L, dan aku hanya bisa meringis kesakitan, duh Mama, udah kurus….., tambah kurus nih)

Tapi, itu semua tidak mengurangi kecintaanku pada mereka, dan itu malah semakin menantangku untuk bias “menaklukkan” mereka, yah aku pengen…..sekalle, mereka bias takluk padaku….., ufh…pake cara apa yah…..????????

Nyatanya, memang rasa it terus bergelayut….di hati ini, I’m fall in love with childs,……

 

Renungan buat affah:

 

Menjadi ibu adalah menjadi sekolah pertama bagi anak² kelak

 

Menjadi ibu adalah menjadi teve yang akan selalu dilihat anak² kelak

 

Menjadi ibu adalah menjadi segala muara suka dan duka mereka, anak² kelak….

Ukhti, sudahkah Ukhti mempunyai bekal menghadapi semua sifat anak² Anti kelak (insya Alloh, jika diberi amanah maksudnya), bukankah perbedaan kharakter anak² itu rahmat (begitu kata Teh Ninih, Huriyahnya Aa’ Gym), dan bagaimana sikap kita yang terpenting, yaitu dalam mengahdapi mereka, duh jadi pengen deh, seperti Teh Ninih, ato sudah kepingin jadi Umi? :p

 

 

 

Ukh, yang paling penting itu, CINTA, dan semua itu akan membawa Anti pada sebuah keinginan untuk memberika yang terbaik buat yang dicintai, mereka anak² kelak, dan yang pasti juga buat QOWWAMU ALANNISA, :p…

Ih, udah deh Ukh mostingnya, kerja lagi yah……,

 

Wat affah, love forever

Masa-masa di “Kharisma” tercinta, miss u all, 2004

.:Semakin Tunduk:.

April 27, 2009 pukul 9:28 pm | Ditulis dalam Medio 2004@Memories | Tinggalkan komentar

Subhaanalloh, hanya ucapan itu yang bisa kulantunkan ketika berasa diri ini jatuh dari tempat ketinggian…
Rabb,…
Berbalur Khauf dan Roja’ padaMU,
sehingga terwujud dalam tetesan air mata
yang mengalir deras dalam munajatku padaMU
Rabb,…
Sungguh kuminta belas kasihMU,
Ijinkan aku tetap Roja’ padaMU
Pada kealpaan diri yang sungguh tidak berarti

Rabb,…
Semakin kuatkan aku dengan kealpaan ini
Jika harus dengan seperti ini aku begitu bisa merinduiMU
dan mencintaiMU
Maka, aku akan rela sepenuh jiwaku…
Rabbul Izzati…
Hanya darimulah diri ini berasal dan sesungguhnya,
akupun akan kembali padaMU

Rabb,…
Kuingin tetap seperti ini, selalu bisa menikmati
bagaimana nyaman dan savenya berkholwat denganMU
Rabb,….
Fawatsiqillaahumma
Roobithootaha
Addim Wuddaha
Wahdihi Subulaha…..

 

.:.Wanita kaRiEr.:. (?…)

April 27, 2009 pukul 9:22 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | Tinggalkan komentar

10/12/04 9:55:15

Adakalanya, aku bercerita dan sharing experience dengan temen-temen akhwatku, begitu banyak ilmu-ilmu baru, belajar dari berbagai kharakter akhwat, dari yang paling lembut hingga yang paling keras. Terkadang jujur saja, aku ingin menjadi salah satu seperti mereka, tapi aku berbalik lagi, Allah telah menciptakan hambaNya, dengan sebaik-baik penciptaan. Sehingga, aku pun tersadar, tidaklah mungkin aku menjadi seperti mereka, yang harus aku perbuat adalah, aku memfilternya untuk menjadi suplemen bagi perbaikan diri. Baik yang sesuai dengan karakterku, atopun tidak sesuai dengan karakter pribadiku. Akupun harus pandai-pandai menempatkannya pada diriku.

Seperti ketika aku share masalah pekerjaan, dalam pikiranku, aku harus mempunyai penghasilan sendiri, bukan untuk membalas kebaikan orang tuaku yang telah bersusah payah mendidik diriku dari orok hingga aku se”tinggi” ini. (he…he…), karena aku tahu seberapa juta ton emas yang aku berika keorang tuaku pun tak bisa membalas jasa-jasanya pada diri ini, karena 3 amalan sholeh setelah kematian manusia adalah salah satunya adalah DOA ANAK yang SHOLEH/HAH. Sungguh, karena itu aku ingin menjadi anak yang sholeh, dan dalam tulisan ini tidak perlu dijelaskan bagaimana menjadi anak yang sholeh, terlalu panjang dan aku rasa sudah mengerti semuanya. .

Kembali ke masalah pekerjaan, bagiku aku harus mempunyai penghasilan sendiri, apalagi ketika aku sudah lulus kuliah, tidak ada salahnya mencoba tidak lagi bergantung pada orang tua. Hingga yang dalam pikiranku adalah, aku harus bekerja dengan niatan ibadah, sekaligus aku memperoleh penghasilan, bukankah dengan begitu dua keuntungan aku peroleh? Pun dengan menajdi seorang karyawan, wiraswasta, bukankah, akhir-akhir ini aku sudah seidikit faham dengan hal ini. Sungguh, ketika ada ungkapan, wanita kan tidak wajib untuk bekerja, a gree!! Tapi, aku kan belum menikah, peluangku untuk mencari pengalaman di berbagai bidang masih terbuka luas…(bukan untuk mencari kebebasan), dan ini juga (mungkin….)karena jiwa petualangku, aku selalu tergerak untuk mencoba hal yang baru, apalagi jika itu menguntungkanku dalam hal materi khususnya (dalam kesempatan kali ini, kan yang dibahas masalah materi?), jadi bukan karena materialistis. Dan, ketikapun mempunyai penghasilan bukankah terbuka lebar untuk lebih bisa banyak berinfaq dan bersedekah, wallahu ‘alam bishshowwab. Setiap manusia dihisab secara individu tidak secara kolektif, jika boleh berargumen, tidak mungkinkah kita bersikap “egois” ketika sudah pada ‘berapa amalan yang kita punya?”. So, fastabiqul khoirot!!!! .

Tapi ketika, sudah bersuami? Aku pikir sama saja, seorang wanita tidak mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah! Karena itu kewajiban seorang suami. Tapi, bukankah pengalaman yang diperoleh semasa gadis tidak akan pernah bisa dibeli dengan apapun? Waktu tidak dapat kembali ukhti……! .

Kita tidak tahu, berapa usia yang diberikan Allah pada suami kita, untuk bersama-sama dengan kita? Ketika kemungkinan terburuk, suami mendahului kita menghadap padaNya (ya Allah, aku minta beri aku suami yang bisa menemaniku hingga kututup mata ini…). bukankah kita sudah siap, jika kewajiban suami sudah tidak bisa tertunaikan, pun ketika suami harus berhijrah karena suatu hal dan kita tidak bisa mengikutinya, subhaanallah, …. .

Jika saja, dibolehkan manusia menyembah manusia, maka seorang istri diwajibkan menyembah suaminya, tentu saja, beberapa hal di atas harus tetap mengacu pada keredhoan suami. Sepanjang dalam kebaikan, jika suami tidak redho kita bekerja ya sudah, jangan ngoyo, karena kewajiban setelah bersuami adalah tho’at dan patuh padanya, apalagi ketika sudah mempunyai jundi (uh…kapan yah?), tentu sebagai tarbiyatul aulad lah kita, so wanita karier, ibu rumah tangga, ato apapun sebutannya, jika boleh berpendapat, sama saja, kodrat kita sebagai wanita, dan yang paling penting bahwa tugas utama kita sebagai kholifah, dan sebagai seorang muslim, tidak boleh terlupakan. Islam itu selamat, tapi muslim itu penyelamat jadi tugas dakwah kita tidak boleh terabaikan, pernikahan kita adalah pernikahan dakwah, ucapan kita adalah ucapan dakwah, pekerjaan yang kita lakukan di manapun tempatnya, di instansi pemerintah, sebagai guru, sebagai apapun maka kita dalam rangka dakwah, so NEVER ENDING DAKWAH, jihad never sleep, mujahid never die, this writing dedicated for someone is will be my beloved brother!!!! Anyone!!!!! .

Finished at:10/12/04 10:34:08
INCULS’s_room @ FIB UGM
NB:
tapi, aku pikir lebih baik lagi, jika seorang wanita yang bekerja adalah sesuai kodratnya sebagai pendidik, so……mungkin menurut pandangan ane proefesi guru yah yang paling tepat?wallaahu ‘alam bishshowab, berbuatlah sesuai kemampuan dan kadar yang kamu miliki.

PERIKSA DINI! CEGAH KANKER MULUT RAHIM!

April 27, 2009 pukul 9:17 pm | Ditulis dalam Kesehatan Umum | 1 Komentar
Tag:

Perlu diketahui, kanker mulut rahim atau lebih dikenal dengan nama kanker serviks merupakan penyebab kematian yang terbesar pada wanita di negara-negara berkembang, bahkan tiap tahunnya sekitar seperempat juta wanita meninggal karena penyakit ini. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan, di indonesia saat ini ada sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap tahunnya. Selain itu, lebih dari 70 persen kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadium lanjut.

Apa itu kanker mulut rahim ?

 Kanker mulut rahim adalah pertumbuhan sel-sel mulut rahim/serviks yang abnormal dimana sel-sel ini mengalami perubahan kearah displasia atau mengarah keganasan. Kanker ini hanya menyerang wanita yang pernah atau sekarang dalam status sexually active. Tidak pernah ditemukan wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual pernah menderita kanker ini. Biasanya kanker ini menyerang wanita yang telah berumur, terutama paling banyak pada wanita yang berusia 35-55 tahun. Akan tetapi, tidak mustahil wanita yang mudapun dapat menderita penyakit ini, asalkan memiliki faktor risikonya.

Apa saja faktor risiko yang dapat mempengaruhi seseorang wanita terkena kanker ini?

Adapun penyebab pasti terjadinya perubahan sel-sel normal mulut rahim menjadi se-sel yang ganas tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan tersebut, antara lain :

1) hubungan seksual pertama kali pada usia dini (umur < 16 tahun).

2) sering berganti-ganti pasangan (multipatner sex).

3) infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Penelitian menunjukkan bahwa 10-30 % wanita pada usia 30’an tahun yangsexually active pernah menderita infeksi HPV (termasuk infeksi pada daerah vulva). Persentase ini semakin meningkat bila wanita tersebut memiliki banyak pasangan seksual. Pada sebagian besar kasus, infeksi HPV berlangsung tanpa gejala dan bersifat menetap. Kedua faktor diatas juga berhubungan dengan infeksi HPV. Semakin dbanyak berganti-ganti pasangan maka tertularnya infeksi HPV juga semakin tinggi. Begitu pula dengan terpaparnya sel-sel mulut rahim yang mempunyai pH tertentu dengan sperma-sperma yang mempunyai pH yang berbeda-beda pada multipatner dapat merangsang terjadinya perubahan kearah displasia.

4) infeksi Herpes Simpleks Virus (HSV) tipe 2

5) wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali

6) wanita merokok, karena hal tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Bagaimanakah gejala-gejalanya?

Pada prekanker atau pencakalan sebelum berkembang menjadi kanker tidak ditemukan gejala-gejala yang berarti. Namun perubahan yang tidak terlihat ini dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan pap smear sehingga akan tampak sel-sel yang mulai mengalami perubahan kearah yang abnormal. Pada perkembangan selanjutnya, jika sel-sel ini telah berkembang menjadi sel-sel kanker dan sudah mulai menyusup kedaerah disekitarnya, maka akan mulai timbul gejala-gejala seperti :

  •  – keputihan yang tidak gatal, berwarna coklat, merah dan berbau busuk
  •  – perdarahan yang abnormal yaitu perdarahan antara dua siklus menstruasi, perdarahan pasca menopause, perdarahan spontan per vaginam, perdarahan per vaginam saat buang air besar, dan juga nyeri ketika bersenggama.
  •  – Dalam stadium lebih lanjut lagi dapat ditemui penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, anemia, nyeri panggul dll.

 Bagaimana cara untuk mencegah kanker mulut rahim?

Cara mencegah yang paling baik adalah dengan cara melakukan pemeriksaan pap smear secara dini dan berkala, terutama bagi wanita berumur yang mempunyai risiko tinggi terkena kanker. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi adanya kelainan sel sehingga kasus kematian akibat kanker serviks bisa diturunkan sampai 90%. Tes ini bahkan bisa dilakukan di Puskesmas. Dokter yang akan mengambil sapuannya, kemudian mengirimkannya ke laboratorium. Teknis pengambilan sapuan bisa digambarkan sebagai berikut: dengan menggunakan spatula atau sejenis sikat halus, lendir leher rahim diambil oleh dokter atau bidan untuk dioleskan dan difiksasi (dilekatkan) pada kaca benda. Kemudian, dengan menggunakan mikroskop, seorang ahli sitologi akan menguji sel-sel leher rahim itu. Dalam perjalanannya pre kanker membutuhkan proses dan waktu yang lama untuk menjadi kanker. Dengan adanya deteksi dini ini maka dapat dilakukan pengobatan yang dini pula, sehingga tingkat penyembuhannya dapat lebih tinggi bahkan bisa sampai 100%. Hal ini dapat dilakukan dengan pengobatan yang efektif dan adekuat sehingga dapat membunuh dan menghentikan pertumbuhan yang mulai mengarah ke abnormal. Tentulah hal itu dapat optimal jika masih dalam tahap prekanker.

Anjuran untuk melakukan pemeriksaan ini yaitu :

  • – setiap tahun untuk wanita yang berusua diatas 35 tahun
  • – setiap 2-3 tahun pada wanita diatas 35 tahun yang setelah 3 kali hasil negatif – setiap tahun untuk mereka yang mempunyai risiko besar menderita penyakit ini
  •  – sesering mungkin bagi yang sudah mederita pre kanker ataupun sudah ketahap lebih lanjut yaitu kanker.

Adapaun sekarang dilakukan kombinasi vaksinasi HPV dan screening ( pemeriksaan kanker) yang dapat memberikan manfaat yang besar dalam pencegahan penyakit ini. Vaksin HPV dapat berguna dan untuk mengurangi kejadian kanker serviks dan kondisi pra-kanker, khususnya pada kasus yang ringan.

Vaksin HPV yang terdiri dari 2 jenis ini dapat melindungi tubuh dalam melawan kanker yang disebabkan oleh HPV (tipe 16 dan 18). Salah satu vaksin dapat membantu menangkal timbulnya kutil di daerah genital yang diakibatkan oleh HPV 6 dan 11, juga HPV 16 dan 18. Manfaat tersebut telah diuji pada uji klinis tahap III dan harus dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Keyakinan hasil uji klinis tahap III ini menunjukan bahwa vaksin-vaksin tersebut dapat membantu menangkal infeksi HPV dari tipe-tipe diatas dan mencegah lesi pra-kanker pada wanita yang belum terinfeksi HPV sebelumnya.

Upaya pencegahan kanker serviks lainnya yaitu dengan cara yang bisa dilakukan dalam rangka menurunkan faktor resiko seperti mencegah hubungan seksual pada usia dini, jumlah pasangan seks, dan kebiasaan merokok dll. Pencegahan ini bertujuan menghilangkan resiko perilaku seksual yang meningkatkan paparan terhadap virus papiloma manusia.

Sumber: Dalam Arsip

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.