Melon, Sarat Antioksidan dan Menyegarkan
Juni 24, 2009 pada 11:01 am | Ditulis dalam Pangan dan Gizi | 1 Komentar
Hmmm, makan sepotong melon di hari yang panas dan gerah memang nikmat plus segar. Kelebihan melon tak hanya terletak pada rasa dan aromanya yang harum, tapi juga pada khasiat sehatnya yang berjubel.
Sebelum tahun 1990-an, melon masih asing bagi orang Indonesia, tetapi kini sudah menjadi buah pencuci mulut yang populer. Buah ini hampir tak pernah absen disuguhkan di tempat-tempat pesta bersama dengan buah pencuci mulut lainnya seperti semangka, pepaya, dan nanas.
Menanjaknya popularitas melon tak hanya terjadi di dunia kuliner, tapi juga di dunia kesehatan. Pamornya semakin meningkat sejak WHO menggolongkan cantaloupe alias melon jingga sebagai salah satu buah tersehat di dunia (world’s healthiest foods) karena kandungan antioksidannya yang berlimpah.
Perjalanan panjang melintasi benua
Untuk menyingkap kiprah melon, kita harus menengok ke masa ribuan tahun ke belakang. Buah yang punya nama latin Cucumis melo ini berasal dari Persia atau kawasan Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.
Dari sana, perjalanan melon berlanjut ke Timur Tengah dan kemudian menyebar ke Eropa. Penduduk Mesir dan Romawi Kuno sudah mengenal melon sejak ribuan tahun yang lalu. Ini terbukti dari adanya catatan tentang tanaman melon di dalam piramida Mesir Kuno yang berusia 2400 SM.
Pada abad ke-14, Christopher Colombus membawa biji melon ke Amerika. Lalu, para penjelajah Spanyol membudidayakan melon secara luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.
Kenali variasi jenisnya
Jenis melon yang dijual di pasar dan supermarket memang bervariasi. Menurut kulitnya, melon bisa dibedakan menjadi dua tipe, yaitu melon berkulit jaring (netted melon) dan melon berkulit mulus (winter-melon).
• Melon hijau. Jenis melon yang paling populer di Indonesia, sering disebut melon lokal. Kulit luarnya keras, kasar, dan berurat seperti jala (net). Daging buahnya berwarna hijau pucat dan aromanya harum.
• Cantaloupe. Nama lainnya adalah muskmelon, rockmelon, atau sering disebut melon jingga. Bentuknya mirip dengan melon hijau yang berkulit tebal, keras, dan berurat seperti jala. Bedanya, warna kulit cantaloupe lebih hijau dibanding melon lokal dan daging buahnya berwarna jingga. Cantaloupe mengandung betakaroten yang paling banyak dibandingkan melon jenis lainnya.
• Golden melon. Juga dikenal dengan nama melon mas atau casaba. Kulitnya berwarna kuning muda dengan tekstur halus dan mengkilat. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa yang manis tapi tidak beraroma harum.
• Honeydew melon. Sesuai dengan namanya, melon ini rasanya paling manis dibanding melon lainnya. Melon madu memiliki kulit luar berwarna hijau keputihan dengan tekstur mulus dan mengkilat. Daging buahnya berwarna hijau pucat seperti melon hijau.
Mungkin masih ada yang mengira bahwa semangka alias watermelon tergolong sebagai salah satu jenis melon. Meskipun masih bersaudara dengan melon (sama-sama dari famili cucurbitaceae), semangka merupakan spesies yang berbeda. Buah yang tergolong sebagai melon, memiliki rongga di bagian tengahnya sebagai tempat berkumpulnya biji-biji. Sedangkan biji-biji semangka tersebar merata di seluruh daging buah.
Untuk detoks hingga antikanker
Kesegaran daging buah melon berasal dari kandungan airnya yang sangat tinggi (mencapai 95 persen), karena itu bisa memberikan rasa dingin yang menyejukkan. Tingginya kandungan air memberikan efek diuretik sehingga konsumsi melon bermanfaat untuk memperlancar buang air kecil. Kandungan air ini juga bermanfaat menggelontor dan menetralkan toksin serta bakteri dari dalam tubuh. Karena itu, melon bisa dimanfaatkan dalam terapi detoksifikasi.
Kandungan air dan mineral kalium dalam melon bekerja sama untuk mengeluarkan asam urat dan sisa metabolisme lewat ginjal. Asam urat yang berlebihan di dalam darah dapat membentuk kristal yang jika menumpuk di persendian akan menyebabkan artritis atau radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk di saluran kemih akan membentuk batu ginjal. Karena itu konsumsi melon sangat baik untuk penderita artritis dan batu ginjal.
Melon juga bermanfaat bagi kesehatan organ pencernaan. Kandungan air dan mineral pada buah melon bermanfaat untuk mengurangi keasaman lambung yang berlebihan sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita sakit maag atau tukak lambung. Selain itu kandungan seratnya juga membantu mengatasi konstipasi atau sembelit.
Konsumsi melon punya banyak manfaat untuk kesehatan kardiovaskuler. Melon mengandung mineral kalium yang membantu mengontrol tekanan darah, mengatur denyut jantung, mencegah stroke dan menurunkan risiko pembentukan batu ginjal. Melon juga mengandung adenosine, zat antikoagulan yang berperan mencegah penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit jantung dan stroke.
Melon mengandung vitamin C dalam jumlah yang berlimpah. Selain bermanfaat mengobati sariawan, menghaluskan kulit dan meningkatkan imunitas tubuh, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan pelindung tubuh dari serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung. Tak hanya itu, daging buah melon yang dijus juga mengandung asam elagat, senyawa fitokimia berefek antioksidan yang ampuh menggempur bibit sel kanker dan membantu menormalkan tekanan darah.
Melon jingga lebih kaya antioksidan
Dari semua jenis melon, cantaloupe alias melon jingga dianggap sebagai melon yang paling sehat. Daging buah melon yang berwarna jingga dan merah mengandung betakaroten dan likopen yang berperan sebagai antioksidan dalam jumlah melimpah.
Selain berperan sebagai antioksidan, betakaroten di dalam tubuh kita dapat diubah menjadi vitamin A yang bermanfaat menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Ophthalmology menunjukkan bahwa konsumsi cantaloupe mampu menurunkan risiko perkembangan katarak hingga 39 persen.
Para perokok dan perokok pasif sangat disarankan untuk mengkonsumsi cantaloupe. Menurut Richard Baybutt, profesor gizi dari Kansas State University, Amerika, benzo(a)pyrene, senyawa karsinogen yang terdapat dalam asap rokok akan menyebabkan defisiensi vitamin A yang mengakibatkan radang paru-paru. Karena itu konsumsi makanan tinggi vitamin A, seperti cantaloupe sangat dianjurkan untuk mencegah radang paru-paru.
Melon jingga juga banyak mengandung vitamin C, mineral kalium, serat, vitamin B3, B6 dan asam folat dalam jumlah melimpah. Kombinasi antara vitamin B kompleks dan serat dalam cantaloupe membantu proses metabolisme karbohidrat dan menjaga keseimbangan kadar gula darah.
Cantaloupe juga mengandung polifenol antioksidan yang bisa diekstrak oleh tubuh menjadi enzim superoxide dismutase (SOD) yang sangat dibutuhkan untuk memelihara kesehatan dinding pembuluh darah dan mencegah serangan jantung.
Melihat deretan panjang khasiat sehat yang dimilikinya, tak berlebihan jika melon terplilih sebagai salah satu buah tersehat di dunia.
Tips, All About Melon
• Pilih melon yang sudah matang, bentuknya bundar, kulitnya bebas dari memar dan retak, beraroma harum serta segar. Jangan memilih melon yang masih ada tangkai buahnya. Tangkai ini akan terlepas sendiri ketika melon sudah masak. Kalau bekas ujung tangkai buah kelihatan dipotong paksa, berarti melon itu sudah dipanen sebelum masak.
• Untuk memperoleh manfaat maksimal antioksidan, pilih melon yang benar-benar matang. Penelitian yang dilakukan di University of Innsbruck, Austria, menunjukkan bahwa buah yang matang sempurna mengalami peningkatan kadar antioksidannya. Bernard Krautler, Ketua penelitian tersebut menyatakan bahwa proses pematangan buah akan menghasilkan NCC (nonfluorescing chlorophyll catabolytes) yang bersifat antioksidan kuat.
• Melon tak akan menjadi lebih manis setelah dipetik dan disimpan, meski teksturnya melunak. Justru kandungan gulanya menurun dengan cepat. Jadi sebaiknya melon dibiarkan saja di pohonnya sampai masak dan berbau harum, baru dipetik ketika hendak dimakan. Melon utuh bisa disimpan selama 2-4 hari jika disimpan di suhu kamar. Akan lebih awet selama 5-10 hari jika disimpan dalam kulkas. Jika sudah dipotong, melon bisa disimpan selama 2-3 hari dalam wadah tertutup di kulkas, dan bisa lebih tahan lama jika dibekukan.
• Melon yang sudah dibelah dua dan disimpan di kulkas sebaiknya jangan dibuang bijinya. Biji-biji ini akan mencegah daging melon mengering.
• Melon matang berbau harum dan tajam, dan aroma ini bisa menyebar ke makanan lain. Melon juga menyerap aroma makanan lain. Karena itu, potongan melon yang disimpan dalam kulkas harus dibungkus rapat dengan plastik pembungkus.
• Cuci melon dengan air hangat bersabun sebelum dipotong untuk menghilangkan kotoran yang menempel di permukaan kulit yang bisa terbawa pisau pemotong ke daging buah.
• Jika suka, Anda bisa menambahkan perasan air jeruk nipis atau lemon untuk meningkatkan rasa dan aroma melon.
Resep Sehat
Cooling Melon Punch
untuk 2 orang
Minuman segar dengan rasa manis-asam yang menggigit. Mengandung vitamin C dan selasih yang bermanfaat redakan panas dalam.
75 g gula pasir
50 ml air
10 lembar daun mint, iris kasar
150 g melon hijau, serut memanjang, dinginkan
150 g melon jingga, serut memanjang, dinginkan
1/2 sdm selasih, rendam dengan air matang ± 100 ml
330 ml (1 kaleng) air soda, dinginkan
1/2 sdm air jeruk lemon
• Masak gula pasir dengan air hingga gula larut, matikan api. Masukkan daun mint, diamkan hingga dingin. Saring daun mint.
• Campurkan air gula dengan serutan melon, selasih, air soda dan air jeruk lemon. Aduk rata.
• Sajikan segera.
diambil dari : http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/pda/detail.aspx?x=Nutrition&y=cybermed%7C0%7C0%7C6%7C482
Pentingnya Labu Siam di Saat Hamil
Juni 24, 2009 pada 10:48 am | Ditulis dalam 201238, Pangan dan Gizi | 1 KomentarMeskipun bentuknya tidak eksotis, labu siam banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Sayuran yang murah harganya ini merupakan makanan sehat buat jantung, mampu menangkal kanker, dan sangat baik bagi wanita hamil. Labu siam pertama kali ditemukan oleh Patrick Browne di Jamaika pada tahun 1756. Jenis tanaman ini banyak ditanam di kawasan Filipina, Malaysia, dan Indonesia.
Di Meksiko, tanaman labu siam tidak hanya dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran, umbinya juga sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Labu Siam bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa sebutan, seperti labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini disebut chayote. Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sebagai lalapan, sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap atau sayuran lainnya.
Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini termasuk tanaman merambat yang dapat tumbuh pada tanah dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa banyak memerlukan perawatan khusus. Berdasarkan penampilan buahnya, labu siam terbagi menjadi dua varietas, yaitu varietas labu Siam dan varietas labu anggur. Varietas labu siam memiliki ukuran buah besar, dapat dipanen pada stadium cukup tua untuk bahan sayuran, atau stadium amat muda (baby) sebagai bahan lalapan. Varietas labu anggur memiliki ukuran buah kecil, umumnya dipanen pada stadium amat muda (baby) untuk dijadikan bahan lalapan. Kaya Serat Komposisi gizi labu siam dapat dilihat pada tabel. Buah labu siam memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7 g per 100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus. Serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit kanker yang disebabkan sistem pencernaan yang tidak sempurna.
Komposisi Gizi per 100 gram Labu Siam
Kadar Energi (kkal) 17
Protein (g) 0,82
Lemak (g) 0,13
Karbohidrat (g) 3,9
Serat (g) 1,7
Gula (g) 1,85
Kalsium (mg) 17
Besi (mg) 0,34
Magnesium (mg) 12
Fosfor (mg) 18
Kalium (mg) 125
Natrium (mg) 2
Seng (mg) 0,74
Tembaga (mg) 0,12
Mangan (mg) 0,19
Selenium (mg) 0,2
Vitamin C 7,7
Tiamin (mg) 0,03
Riboflavin (mg) 0,03
Niacin (mg) 0,47
Vitamin B6 (mg) 0,08
Folat (mkg) 93
Vitamin E (mkg) 0,12
Vitamin K (mkg) 4,6
Serat pangan mampu mengurangi waktu tinggal (transit time) makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses. Selama tinggal di saluran pencernaan, serat pangan akan mengikat zat-zat karsinogenik (penyebab kanker). Berkat singkatnya transit time sisa makanan di saluran pencernaan, waktu zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga makin pendek, sehingga peluang terjadinya kanker menjadi sangat kecil.
Kandungan asam folat pada buah labu siam juga cukup baik, yaitu 93 mkg per 100 g. Konsumsi 100 gram labu Siam cukup untuk memenuhi 23,25 persen kebutuhan tubuh akan asam folat. Asam folat sangat penting bagi ibu hamil karena dapat mengurangi risiko kelahiran bayi cacat. Konsumsi asam folat yang rendah pada ibu hamil berhubungan erat dengan berat bayi lahir rendah dan kejadian neural tube defects (gangguan otak).
Defisiensi asam folat ditandai oleh gejala anemia, yaitu jumlah sel butir darah merah berkurang. Kebutuhan asam folat pada orang dewasa adalah 400 mkg per hari. Kebutuhan ini menjadi dua kali lipat pada ibu yang sedang hamil, dan bertambah 50 persen pada ibu yang sedang menyusui.
Turunkan Kolesterol
Buah labu siam juga kaya akan Kalium. Kalium berguna bagi tubuh untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan, sehingga tubuh menjadi lebih segar. Selain itu, buah labu siam juga mengandung komponen vitamin yang cukup tinggi. Niasin merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang disebut sebagai vitamin B3, berfungsi untuk menurunkan produksi VLDL (very low density lipoprotein) di dalam hati, sehingga produksi kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan trigliserida dapat menurun. Niasin berperan pada reaksi enzimatik di dalam tubuh untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yaitu sebagai koenzim I dan koenzim II. Niasin sangat diperlukan agar suplai energi dalam jaringan tubuh berjalan normal. Kekurangan niasin yang parah setelah beberapa bulan akan mengakibatkan pellagra serta dermatitis, yaitu gangguan kulit yang khas dan simetris, terutama di bagian badan yang tidak tertutup seperti tangan, lengan, siku, kaki, kulit, dan leher. Labu siam juga kaya akan vitamin B6. Vitamin B6 mempunyai peran penting dalam metabolisme protein. Vitamin B6 sangat esensial untuk proses transaminasi dan deaminasi serta dekarboksilasi asam amino. Kebutuhan per hari mencapai 0,02 mg untuk dewasa, 0,015 mg untuk bayi, 0,2-1,2 untuk anak-anak, dan 1,4-2 mg untuk remaja. Kandungan selenium pada labu siam juga cukup baik. Selenium berperan penting untuk memperbaiki mood.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat (1996) membuktikan bahwa orang yang kadar selenium tubuhnya paling rendah menunjukkan mood yang paling buruk. Konsumsi selenium disarankan sekitar 55-70 mikrogram perhari. Cegah Hipertensi Labu siam mempunyai sejumlah khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat terbesar labu siam adalah kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi. Makanan tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah bila mengandung rasio kalium:natrium minimal 5:1. Setiap 100 gram buah labu siam mengandung kalium:natrium dengan perbandingan 62:1. Selain itu, labu siam juga diketahui memiliki efek diuretik, sehingga mampu menurunkan kadar garam di dalam darah melalui pembuangan air seni. Berkurangnya kadar garam yang bersifat menyerap atau menahan air ini akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan darah akan menurun. Labu siam juga sangat baik bagi penderita asam urat. Efek diuretik dari labu siam akan melancarkan pembuangan air kecil, sehingga kelebihan asam urat dapat segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Labu siam juga baik bagi penderita diabetes. Hal itu disebabkan pada labu siam terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga penderita diabetes tidak perlu mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan. Kandungan air yang tinggi pada labu siam membuatnya sangat baik untuk menjaga kesehatan ginjal. Labu siam juga mengandung komponen saponin yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan saponin sangat bermanfaat untuk menghambat dan mencegah penyerapan kolesterol di dalam darah.
Rata-rata konsumsi saponin yang dianjurkan adalah 15 mg setiap hari. Pada labu siam juga terkandung komponen tanin yang bersifat antimikroba, serta alkaloid yang mampu memperlancar peredaran darah sehingga mencegah penyakit stroke. Meskipun belum memiliki bukti ilmiah secara pasti, labu siam telah dikenal sebagai obat wasir. Hal itu mungkin disebabkan kandungan seratnya yang cukup baik. Selain itu, labu Siam juga baik untuk penderita sariawan. Namun, labu siam tidak cocok diberikan kepada penderita rematik karena sifat dinginnya dapat memicu munculnya gejala sakit.
Oleh: Prof. Dr. Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi
Jika mereka mendengarkan yang ini.., bukan yang itu.
Juni 2, 2009 pada 9:28 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | 2 KomentarKaitkata: bukan yang ini
Ada benarnya jika disebut, anak-anak seperti kaset kosong yang siap merekam apa saja yang mereka dengar.
Malam ini, saat baru aja masuk kamar mandi, saya mendengar anak-anak sempat bermain-main di halaman depan kontrakan kami. Ramai sekali…., dalam hati berdoa, semoga Hanifnya ga bangun karena keberisikan.
Mereka berteriak-teriak dengan keras, meski saya tidak begitu jelas dengan apa yang mereka katakana. Satu yang menjadi catatan dalam benak saya. “Dasar bego”, kata-kata itu sepertinya sudah menjadi kata-kata yang lazim atau sangat biasa diucapkan mereka, anak-anak yang saya tidak begitu faham siapa saja. Meski dari suaranya saya sedikit hafal, dan bisa menerka siapa saja mereka…
Satau lagi, jika saja mereka tidak mendengarkan yang ini. Lagu yang saya ga begitu tahu, ini lagunya siapa, syairnya–>“aku la la la……”duh ga tau deh, kelanjutannya, yang jelas lagi ngetren banget deh…dan mereka begitu hafal dengan fasih lagu ini. Seandainya yang mereka dengar adalah murottalnya Ahmad Saud, tentu mereka akan juga menghafalnya dengan fasih, jadilah bumi Indonesia ini kaya dengan hafidz-hafidz kecil yang maniz..
Saya hanya bisa menduga, mereka dapat hafal lagu-lagu ngetren dengan fasih karena mereka mendegarnya setiap hari dari televisi. Seandainya( lagi), televise-televisi Indonesia memperdengarkan murottal dari hafidz-hafidz kecil, mungkin itulah yang akan didengar oleh anak setiap harinya dan secara tidak langsung terekam dengan kuat di kepala mereka. Jadilah malam-malam riuh dengan tilawah anak-anak yang saling berlomba dengan banyaknya hafalan mereka…akankah begitu? ^_^
Ya Alloh kabulkanlah permohonanku….
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.