Ujian itu…
Mei 18, 2009 pukul 3:28 pm | Ditulis dalam Goresan Hati | Tinggalkan komentarHari ini, sebuah pelajaran hidup di usiaku yang hampir menginjak 27 tahun. Hari ini, Alloh telah memilih dari saudariku untuk menerima sebuah ujian besar. Kehilangan seorang anak yang masih berusia 7,5 bulan. Sebagai seorang Ibu muda aku sangat faham, bagaimana perasaannya. Tapi aku yakin, bahwa Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Kehilangan anak pertama, di usia yang masih relatif muda, sungguh sebuah ujian yang akan menempa hati untuk menjadi lebih tegar dan sabar.
Tulus, kuuntai doa, semoga Alloh memberikan kesabaran seluas samudra dan mengganti dengan pahala yang berlipat kepada keluarga muda TehDedeh dan Om Firman.
Pagi ini, episode kelabu yang sungguh menyesakkan dada, menjadi pelajaran dan mengingatkan kita, bahwa semua yang kita miliki adalah hanya titipanNya, dan jika pada masanya Sang Pemilik akan mengambilnya maka kita harus ikhlas melepasnya..
@Story: Pagi ini jam 5.30 keluar rumah untuk belanja, di luar ada Bude sebelah rumah mengabarkan klo Nabil dibawa kerumah sakit. Dalam hati bertanya-tanya, bukannya Nabil udah baikan ya. Setelah belanja, saya masuk rumah dan melanjutkan acara masak pagi.
Waktu itu, saya udah memanaskan minyak di atas kompor. Dan baru meracik kentang untuk di goreang. (Rencananya bikin sambel goreng kentang plus telur puyuh)
Tiba-tiba, samar2 saya mendengar ucapan Bude sebelah rumah sambil berteriak “Innalillaahi” “Nggak ada”. Kaki rasanya udah gemetaran, segera saya matikan kompor dan keluar rumah. Saya langsung kesebelah, namun sepi hanya ada Mas Tyo. Saya melihat rumah teh Dedeh pintunya sudah terbuka. Tapi saya tetap ke sebelah mencari Bude Iwan, adanya cuma Mas Tyo “Ada apa mas Tyo?”, katanya “Nabil Tante, udah ga ada….”
Setengah berlari saya menuju rumah Teh Dedeh, Ya Alloh Nabil…Saya dekap wajah mungilnya, yang saat itu seperti sedang tersenyum. Innalillaahi wa inna ilaihi roo ji’un. Ya Alloh, Engkau sangat menyayanginya, sehingga begitu cepat Engkau mengambilnya. berurai sudah air mata ini….
ya Alloh, jadikan Nabil kecil sebagai ladang pahala bagi kedua orang tuanya atas kehilangan ini, berikan kesabaran seluas samudra kepada mereka.
Selalu ada hikmah dalam setiap jeda kejadian, Rabb…ambillah kami dlam keadaan husnul khotimah. Amin….
*Teh Dedeh, adalah tetangga kontrakan yang suaminya adalah temen kantor dan dulu temen kos Abinya Hanif.
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.