Bersiap jadi Ummi….
Mei 8, 2009 pukul 3:16 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | Tinggalkan komentar
Kemaren sore, ana kejadwal di kelas TK, wuah siap² deh, alhamdulillah bisa sedikit ontime, ternyata sampai kelas lom begitu banyak, eh tapi selang berapa menit gitu, wah….ternyata tambah banyak juga.
Dan, yang ngawali dibuka ama Mba Unink, hiks ngeliat polah tingkah mereka ana jadi hanya bisa diam, ga tau mo ngapain gitu, ana hanya mengamati gitu aja, maksudnya mo tau karakter masing-masing anak. Dan…., M. Ikhwanul Ikhsan, sang Bongsor…., ketika dia datang tadi dia sudah menyapaku dengan segala “sopan santunnya”, kepalaku kena pula dijitaknya, hiks!!!!!!!
Tau juga, anak yang satu ini bener super hiper aktif, tak pernah sekalipun dia duduk dengan manisnya, walau ana tau, konsentrasi belajar anak hanya berkisar 8-10 menit, itu selalu kuingat, tapi setidaknya temen²nya Inul masih bias mendengarkan dengan manis….., uh!
Dan, ana lagi ngiqra’ anak, tiba² ana mendengar suara Inul, tapi kok di atas yah, ana doangakkan kepala, kearah samping/tembok, wedewwww, gedobrak bangettt! Si Inul dengan sangat manisnya sudah nangkring di tembok, duhai Rabbi….,
Hiks, dengan menahan perasaan ana, cumin ngelihat aja….., eh tapi ternyata naas bagi ku, belum sempat ana siap² untuk bergeser dengan sangat “halus” sekali Inul langsung terjun nubruk ana, wuah….., duh atit oi….., (hiks…., pengen nangis deh rasanya, biz ada yang kena atit banget nih)
Hiks, masih dengan rasa sedikit L, namanya Bagas, anaknya lucu sih, tapi dia emang juga tidak jauh beza dengan si Inul, ketika dia ingin duduk dipangkuanku, dia tidak begitu saja bilang padaku:
“Mba’, dipangku ya,……..?”
Tapi dengan bahasa yang mungkin dia sendiri mengerti, beginilah: dia melihatku dari jauh, dan setelah itu dengan amat sangat kencang dia berlari…., dan dengan sangat –sangat “manisnya” dia langsung duduk dipangkuanku, …..
Pikirku mendingan dia langsung duduk gitu, tapi tidak dia pake meloncat dan Hih, mendarat dengan sangat empuk di pangkuanku, …..(L, dan aku hanya bisa meringis kesakitan, duh Mama, udah kurus….., tambah kurus nih)
Tapi, itu semua tidak mengurangi kecintaanku pada mereka, dan itu malah semakin menantangku untuk bias “menaklukkan” mereka, yah aku pengen…..sekalle, mereka bias takluk padaku….., ufh…pake cara apa yah…..????????
Nyatanya, memang rasa it terus bergelayut….di hati ini, I’m fall in love with childs,……
Renungan buat affah:
Menjadi ibu adalah menjadi sekolah pertama bagi anak² kelak
Menjadi ibu adalah menjadi teve yang akan selalu dilihat anak² kelak
Menjadi ibu adalah menjadi segala muara suka dan duka mereka, anak² kelak….
Ukhti, sudahkah Ukhti mempunyai bekal menghadapi semua sifat anak² Anti kelak (insya Alloh, jika diberi amanah maksudnya), bukankah perbedaan kharakter anak² itu rahmat (begitu kata Teh Ninih, Huriyahnya Aa’ Gym), dan bagaimana sikap kita yang terpenting, yaitu dalam mengahdapi mereka, duh jadi pengen deh, seperti Teh Ninih, ato sudah kepingin jadi Umi? :p
Ukh, yang paling penting itu, CINTA, dan semua itu akan membawa Anti pada sebuah keinginan untuk memberika yang terbaik buat yang dicintai, mereka anak² kelak, dan yang pasti juga buat QOWWAMU ALANNISA, :p…
Ih, udah deh Ukh mostingnya, kerja lagi yah……,
Wat affah, love forever
Masa-masa di “Kharisma” tercinta, miss u all, 2004
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.