Menulis itu gampang, tapi juga tidak mudah…
Mei 29, 2009 pada 10:32 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | 2 KomentarMenulis itu sebenarnya pekerjaan atau kegiatan yang susah-susah gampang. Kata Bang Jonru sih emang mudah, tapi bagi sebagian orang mungkin sedikit tidak mudah. [bahasanya berbeli-belit ya..:)].
Ketika sedang melihat sesuatu kadang langsung terbersit ide muncul untuk menuangkan dalam sebuah karya berupa tulisan. Tapi begitu sudah berjeda oleh waktu kok idenya terbang melayang ya…, itulah kenapa, seingat saya, pernah baca bukunya Ustadz Faudzil (judulnya lupa) ketika ada ide harus langsung dituangkan. Jika tidak maka kita akan segera lupa ole hide-ide yang baru saja menggelayut di benak kita. Makannya disarankan juga oleh Ustadz Faudzil, jika kemana-mana bawalah selalu buku atau sejenisnya dan pena tentunya untuk menuliskan segala sesuatu yang terbersit jika kita sedang melakukan perjalanan atau sebuah kegiatan. Baik yang kita lihat maupun kita rasakan.
Nah, di sinilah kesulitan saya untuk segera menuliskan ide-ide tersebut. Setelah jundi kecil hadir di keluarga kami, sebenarnya ide-ide tulisan sering kali tiba-tiba muncul ketika menyaksikan tumbuh kembangnya dan polah tingkah jundi kecil kami. Tapi untuk segera menuliskannya masih kesulitan, kenapa? Karena tidak mungkin saya langsung meninggalakan acara bermain dengan si kecil. Bagi saya ini bukan sebuah hambatan untuk menulis ketika si kecil hadir, tapi belum adanya penyesuaian saja sepertinya. Semoga ada percepatan dalam penyesuaian tersebut, karena saya ingin segera membuahkan sebuah karya berupa tulisan.
Face book (FB) yang semulanya saya malas untuk register dan rajin membukanya karena saya pikir tidak ada manfaatnya ternyata itu tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Dari membaca tulisan ikhwah di FB saya kemudian terpacu lagi untuk rajin membaca, dan menulis, kemudian terbersit juga ide untuk bisnis by internet. Kemudian saya diskusikan dengan suami, akhirnya bismillaah. Semua jika diniatkan untuk mencari maslahat insya Alloh tetap tidak sia-sia.
Satu yang terlupa, untuk menulis kita harus rajin membaca itu kuncinya. Darimana kita akan menuangkan sebuah ide jika tidak ada yang kita punya, meski ide itu muncul dari sebuah pengamatan namun tetap saja , sepertinya, kita membutuhkan referensi sebuah bacaan. Meski tidak harus diambil sebagai sumber, setidaknya dari membaca akan muncul sebuah wacana baru sebagai bagian dari tulisan kita.
Alhamdulillah, tidak terasa saya sudah menulis untuk hari ini meski hanya sekian alenia. Tapi saya bersyukur Alloh telah memudahkan saya untuk menuangkan apa-apa yang ada dalam pikiran saya. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik bagi saya untuk selalu menulis dan menulis, sehingga saya bisa menghasilkan sebuah karya berupa tulisan, yang tentu saja saya berharap dengan tulisan saya tersebut bisa bermanfaat bagi ummat dan dalam rangka dakwah bil haq…
Akhirnya, Alhamdulillah. Atas kemurahanMu ya Alloh …telah memudahkan jari-jari ini untuk menekan tuts2 keyboard PC sehingga ada sebuah tulisan ini. Thanks to my husband. Thanks to my little jundi. Kalian adalah inspirasi terindahku. Luv u so much.
Backsound by IZIS “barisan jihad”
Ujian itu…
Mei 18, 2009 pada 3:28 pm | Ditulis dalam Goresan Hati | Tinggalkan KomentarHari ini, sebuah pelajaran hidup di usiaku yang hampir menginjak 27 tahun. Hari ini, Alloh telah memilih dari saudariku untuk menerima sebuah ujian besar. Kehilangan seorang anak yang masih berusia 7,5 bulan. Sebagai seorang Ibu muda aku sangat faham, bagaimana perasaannya. Tapi aku yakin, bahwa Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Kehilangan anak pertama, di usia yang masih relatif muda, sungguh sebuah ujian yang akan menempa hati untuk menjadi lebih tegar dan sabar.
Tulus, kuuntai doa, semoga Alloh memberikan kesabaran seluas samudra dan mengganti dengan pahala yang berlipat kepada keluarga muda TehDedeh dan Om Firman.
Pagi ini, episode kelabu yang sungguh menyesakkan dada, menjadi pelajaran dan mengingatkan kita, bahwa semua yang kita miliki adalah hanya titipanNya, dan jika pada masanya Sang Pemilik akan mengambilnya maka kita harus ikhlas melepasnya..
@Story: Pagi ini jam 5.30 keluar rumah untuk belanja, di luar ada Bude sebelah rumah mengabarkan klo Nabil dibawa kerumah sakit. Dalam hati bertanya-tanya, bukannya Nabil udah baikan ya. Setelah belanja, saya masuk rumah dan melanjutkan acara masak pagi.
Waktu itu, saya udah memanaskan minyak di atas kompor. Dan baru meracik kentang untuk di goreang. (Rencananya bikin sambel goreng kentang plus telur puyuh)
Tiba-tiba, samar2 saya mendengar ucapan Bude sebelah rumah sambil berteriak “Innalillaahi” “Nggak ada”. Kaki rasanya udah gemetaran, segera saya matikan kompor dan keluar rumah. Saya langsung kesebelah, namun sepi hanya ada Mas Tyo. Saya melihat rumah teh Dedeh pintunya sudah terbuka. Tapi saya tetap ke sebelah mencari Bude Iwan, adanya cuma Mas Tyo “Ada apa mas Tyo?”, katanya “Nabil Tante, udah ga ada….”
Setengah berlari saya menuju rumah Teh Dedeh, Ya Alloh Nabil…Saya dekap wajah mungilnya, yang saat itu seperti sedang tersenyum. Innalillaahi wa inna ilaihi roo ji’un. Ya Alloh, Engkau sangat menyayanginya, sehingga begitu cepat Engkau mengambilnya. berurai sudah air mata ini….
ya Alloh, jadikan Nabil kecil sebagai ladang pahala bagi kedua orang tuanya atas kehilangan ini, berikan kesabaran seluas samudra kepada mereka.
Selalu ada hikmah dalam setiap jeda kejadian, Rabb…ambillah kami dlam keadaan husnul khotimah. Amin….
*Teh Dedeh, adalah tetangga kontrakan yang suaminya adalah temen kantor dan dulu temen kos Abinya Hanif.
Mudik eui…
Mei 8, 2009 pada 8:22 pm | Ditulis dalam Kesehatan Anak | Tinggalkan KomentarInilah mudik pertama keluarga kami, saya , suami, dan tentunya bersama si kecil Hanif nan lucu. Awalnya berat juga membawa mudik si kecil, membayangkan banyaknya orang di stasiun dan adanya penumpang bertiket tanpa kursi di kereta, “wah, bakalan berdesakan nehh….”.
Tapi Alhamdulillah banget, di Gambir penumpang seperti hari-hari biasa, dan di atas kereta tidak ada penumpang bertiket tanpa tempat duduk. Alhamdulillaah.. Begitu kereta datang, alhamdulillaah…tepat waktu, eh begitu masuk gerbong si kecil Hanif langsung berteriak keras, rupanya dia girang banget dehh kayaknya. Mungkin dipikirnya, “ini ruang apaan ya…, belum pernah lihat deh kayaknya… “ (betul ga Nif?)he..he…tentu saja “ini namanya kereta api Hanif…”
Sampai di Jogja, pas waktu berbuka. Agak terlambat deh keretanya. Wuahh…merasakan hangatnya Jogja. Wait, tunggu dulu, ternyata Jogja ketika musim lebaran kemaren tidak hanya hangat tapi juga menyengat jika siang datang. Kita bertiga tambah hitam gitu dehhh…hikss!!!
Mudik memang meninggalkan kisah yang banyak dan bermacam-macam….(emangnya sayuran). Saat mudik Hanif kan belon ada 6 bulan, jadi alhamdulillaah tidak ribet deh harus bawa-bawa mangkuk, parutan, dan lain sebagainya layaknya perlengkapan MPASI karena Hanif masih ASI EKSKLUSIF gitu loch…. Nah, berhubungan dengan ASI EKSKLUSIFnya Hanif ada kisah menarik….
ASI EKSKLUSIF YANG TERPINGGIRKAN
Kisahnya begini, saat itu pagi semua orang sudah mandi (ya iyyalah, orang pagi itu idul fitri), jadi kita semua bersiap-siap sholat ied di lapangan. Nah, karena saya juga mau ikutan sholat, jadi strollernya Hanif ikut serta, maksudnya, supaya ketika di tinggal sholat, Hanifnya ga kemana-mana, soalnya Hanif waktu itu sudah bisa merangkak ala tentara (begitu katanya Bundany Kayla, he..he..
, kalo sekarang mahh udah merangkak betulan….
Nah, waktu itu kalo ga salah sholatnya udah selesai, alhamdulillaah Hanifnya pas sholat anteng banget. Nah..(nah lagi!), waktu itu saya mau ambil Hanif dari stroller untuk saya gendong, kebetulan di sebelah stroller ada ibu-ibu temenya Ibu mertua (soalnya kenal gitu dehh..), ibu itu menyapa.. Tepatnya begini lho percakapanya..
Ibu-Ibu : Wuah, udah gede ya Mbak putrane?
Saya : Iya Bu,alhamdulillaah..
Ibu-Ibu : Berapa bulan Mbak?
Saya : 6 bulan kurang dikit Bu
Ibu-ibu : Udah di kasih maem ya
Saya : Alhamdulillaah Bu, belum. Insya Alloh ASI Eksklusif saja.
Ibu-Ibu : Wah kasihan Mbak, nggak laper po?
Saya : Insya Alloh enggak Bu, lha wong putrane baik-baik saja kok. (jujur saja, sebenarnya dalam hati saya agak sedikit dongkol , ternyata mengalami juga kisah momnya Fayyadh
S
Sepertinya percakapan di atas biasa saja. Tapi ada sedikit pelajaran yang bisa di ambil di sana. Ternyata himbauan pemberian ASI EKSKLUSIF masih sangat kurang, banyak yang menganggap bahwa jika bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan tidak mencukupi kebutuhannya. Padahal himbauan dari WHO, tentu saja sudah melalui berbagai penelitian, bahwa pemberian makan sebelum waktunya dapat menimbulkan berbagai gangguan pencernaan pada bayi. Sebenarnya sosialisasi ASI EKSKLUSIF jangan hanya diberikan kepada ibu muda, ibu-ibu hamil, atau petugas kesehatan saja, tapi juga masyarakat secara menyeluruh, misalnya saja minimal harus ada perwakilan satu orang dari setiap satu keluarga, karena banyak kasus, gagalnya pemberian ASI EKSKLUSIF justru dari orang-orang terdekat (keluarga khususnya).
Ibu-ibu pada zaman dahulu taunya kalo bayi nangis mesti lapar, makanya trus dikasih deh maem, padahal banyak lho penyebab bayi menangis. Akhirnya, masih bayi dikasih deh pisang kerok, nasi lumat, dan lain sebagainya. Ups, alhamdulillaah, ibu saya tersayang kan jadi kader POSYANDU sejak anaknya masih kecil mpe sekarang dah punya cucu dua, jadi deh ibu pendukung ASI EKSKLUSIF, makasih Bunda. Atau bisa juga dilihat dari badan si bayi, jika badannya kecil maka dianggapnya ASInya kurang, sebenarnya asalkan tidak dibawah kurva grafik pertumbuhan dan BBnya selalu naik, jangan khawatir deh, mungkin bakat (turunan) atau si kecil cenderung tinggi, begitulah. Karena saya pernah baca buku “Mengukir Cinta di Lembar Putih”- Afifah Afra, dituliskan, bayi ASI memang cenderung kecil di banding bayi susu formula. Jadi, dalam tulisan ini saya menekankan, banyak kisah ibu muda yang mendapat tantangan2, justru dari keluarga terdekat mereka. Dan jika kita tidak siap maka kita akan stress, padahal jika kita stress, ASI kita justru tidak akan keluar…so jangan gentar dengan serangan-serangan itu.
Untuk urusan ASI EKSKLUSIF katakan YA jika ada YANG MENENTANG!!! Karena, bisa jadi orang tua kita sendiri, mertua, kakak, kakak ipar, nenek kita, yang justru menentang ASI EKSKLUSIF. Jangan juga terbujuk dengan iklan susu formula (sufor) yang katanya penuh gizi, DHA, AA dan lain sebagainya. Bukankah ALLOH SWT telah menganugrahkan kepada kita sebagai seorang ibu untuk dapat memberikan ASI yang selalu fresh, mudah dan praktis, murah dan tentunya bergizi tinggi tiada tanding amiin.////
Kutipan : Usia Berapa Bayi Mulai Mengenal Makanan Pendamping ASI?
Memiliki anak pertama tentunya merupakan pengalaman yang sama sekali baru, dan karenanya banyak yang perlu ditanyakan tentang banyak hal, termasuk mengenai usia pengenalan makanan (Makanan Pendamping Air Susu Ibu = MPASI) pada bayi.
”Saya bingung, sebaiknya anak saya mulai makan usia berapa ya? 4 atau 6 bulan?” begitu tanya seorang ibu yang anak pertamanya baru akan memasuki usia 4 bulan dalam beberapa hari. “Makanannya berbentuk apa? Bubur? Pisang? Jadwalnya bagaimana?” tanyanya kemudian. Tanggapan dari para mommies di milis WRM rata-rata menyarankan untuk menunggu sampai dengan usia bayi 6 bulan, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
Disebutkan pula bahwa dalam penelitian terbaru banyak hal yang membuktikan bahwa pemberian bahan makanan tambahan (BMT) sebelum usia 6 bulan biasanya tidak memberikan keuntungan yang “dikenal” bagi bayi. Selain itu juga malah mempersingkat masa total pemberian ASI eksklusif, serta ada kemungkinan malah dapat terbentuk alergi terhadap bahan makanan tertentu.
Kadang-kadang memang ibu yang baru memiliki anak pertama dibuat bingung soal ini karena pengaruh pendapat kiri kanan seperti dari keluarga atau tetangga. Informasi tentang perubahan masa pemberian MPASI ini dijelaskan oleh seorang mom.
Menurut informasi tersebut, untuk panduan internasionalnya sendiri ada dua macam. Hingga awal tahun 90-an, organisasi internasional seperti WHO dan UNICEF menganjurkan pemberian BMT pada akhir usia bayi 4 bulan. Anjuran ini sendiri hingga kini masih dijadikan referensi di Jerman oleh Deutschen Gesellschaft fuer Ernaehrung (DGE 1996), Forschungsinstitut fuer Kinderernaehrung (aid 1998) dan der Nationalen Stillkomission (2001). Kemudian pemberian BMT sekitar usia 6 bulan sendiri dianjurkan oleh UNICEF pertama kali dalam publikasi UNICEF (Facts of life 1993) dan resolusi 47.5 World Health Assembly (1994). Awal mulanya mungkin karena ditemukan adanya peningkatan jumlah kasus alergi pada bayi karena makanan tambahan di Amerika dan Eropa. Sejak tahun 1999, UNICEF konsekuen untuk menyuarakan pemberian BMT saat bayi berusia 6 bulan.
Dalam publikasi WHO sendiri (1999) dua panduan tersebut juga ditemukan, namun panduan terbaru WHO untuk eropa dan negara2 bekas Uni Sovyet menyebutkan adanya anjuran pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan (Michaelsen et al 2000). Dalam dokumen lain American Academy of Pediatrics (1997) dan Health Care Inspectorate and Nutrition Centre Niederlande (1999) juga ditemukan anjuran serupa.
Dalam literatur ilmiah terbaru atas dasar keuntungan dari segi kesehatan pada bayi, maka anjuran pemberian ASI hingga usia 6 bulan selalu disebutkan. “Repotnya, interpretasi hasil studi dan anjuran tersebut biasanya ‘dipersulit’ dengan adanya definisi yang tidak cukup serta tak adanya ketepatan terminologi (semisal: sejak usia 6 bulan, kira kira usia 6 bulan, setelah usia 6 bulan)” lanjutnya kemudian. Ditambahkannya bahwa untuk pemberian bahan makanan tambahan antara usia 4-6 bulan dapat dipertimbangkan bila:
- anak memiliki permasalahan gizi buruk (baca: bila referens kurva untuk anak yang memperoleh ASI: berat/tinggi badan = -2SD) dimana pertolongan pertama perbaikan manajemen laktasi tidak memberikan hasil yang memuaskan.
- adanya permasalahan kesehatan khusus pada anak (misal gangguan metabolisme tubuh tertentu) ataupun pada ibu. (Kaufmann, Scherbaum 2003)
Bila tidak ada permasalahan khusus, biasanya anjuran pemberian bahan makanan tambahan di sarankan dengan terlebih dahulu mengetahui studi terbaru tentang tema ini agar dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sebab kabarnya anjuran yang general sebenarnya kurang dapat diberikan tanpa melihat kondisi objektif kesehatan, perkembangan, serta kebutuhan makanan anak sebagai individu. “Untuk bahan makanan pertama, dianjurkan berupa bahan-bahan makanan yang kira-kira tidak sulit dicerna oleh bayi, sehingga masa adaptasi pertama organ pencernaan tidak mengalami masalah.
Kalau di sini (Jerman) dianjurkan untuk pengenalan hanya berupa sayur mayur tertentu dan buah-buahan”, tambahnya. Dan saran dari seorang mom, katanya “Yang penting sebisa mungkin jangan terlalu sering memberikan makanan instan, apalagi sekarang produk makanan bayi begitu hebatnya membanjiri dapur para ibu muda. Sebisa mungkin kita buat sendiri, karena lebih fresh, bersih, dan yang pasti yakin soal kehalalannya”. (Disarikan dari artikel)
Bersiap jadi Ummi….
Mei 8, 2009 pada 3:16 pm | Ditulis dalam Sebuah Catatan | Tinggalkan Komentar
Kemaren sore, ana kejadwal di kelas TK, wuah siap² deh, alhamdulillah bisa sedikit ontime, ternyata sampai kelas lom begitu banyak, eh tapi selang berapa menit gitu, wah….ternyata tambah banyak juga.
Dan, yang ngawali dibuka ama Mba Unink, hiks ngeliat polah tingkah mereka ana jadi hanya bisa diam, ga tau mo ngapain gitu, ana hanya mengamati gitu aja, maksudnya mo tau karakter masing-masing anak. Dan…., M. Ikhwanul Ikhsan, sang Bongsor…., ketika dia datang tadi dia sudah menyapaku dengan segala “sopan santunnya”, kepalaku kena pula dijitaknya, hiks!!!!!!!
Tau juga, anak yang satu ini bener super hiper aktif, tak pernah sekalipun dia duduk dengan manisnya, walau ana tau, konsentrasi belajar anak hanya berkisar 8-10 menit, itu selalu kuingat, tapi setidaknya temen²nya Inul masih bias mendengarkan dengan manis….., uh!
Dan, ana lagi ngiqra’ anak, tiba² ana mendengar suara Inul, tapi kok di atas yah, ana doangakkan kepala, kearah samping/tembok, wedewwww, gedobrak bangettt! Si Inul dengan sangat manisnya sudah nangkring di tembok, duhai Rabbi….,
Hiks, dengan menahan perasaan ana, cumin ngelihat aja….., eh tapi ternyata naas bagi ku, belum sempat ana siap² untuk bergeser dengan sangat “halus” sekali Inul langsung terjun nubruk ana, wuah….., duh atit oi….., (hiks…., pengen nangis deh rasanya, biz ada yang kena atit banget nih)
Hiks, masih dengan rasa sedikit L, namanya Bagas, anaknya lucu sih, tapi dia emang juga tidak jauh beza dengan si Inul, ketika dia ingin duduk dipangkuanku, dia tidak begitu saja bilang padaku:
“Mba’, dipangku ya,……..?”
Tapi dengan bahasa yang mungkin dia sendiri mengerti, beginilah: dia melihatku dari jauh, dan setelah itu dengan amat sangat kencang dia berlari…., dan dengan sangat –sangat “manisnya” dia langsung duduk dipangkuanku, …..
Pikirku mendingan dia langsung duduk gitu, tapi tidak dia pake meloncat dan Hih, mendarat dengan sangat empuk di pangkuanku, …..(L, dan aku hanya bisa meringis kesakitan, duh Mama, udah kurus….., tambah kurus nih)
Tapi, itu semua tidak mengurangi kecintaanku pada mereka, dan itu malah semakin menantangku untuk bias “menaklukkan” mereka, yah aku pengen…..sekalle, mereka bias takluk padaku….., ufh…pake cara apa yah…..????????
Nyatanya, memang rasa it terus bergelayut….di hati ini, I’m fall in love with childs,……
Renungan buat affah:
Menjadi ibu adalah menjadi sekolah pertama bagi anak² kelak
Menjadi ibu adalah menjadi teve yang akan selalu dilihat anak² kelak
Menjadi ibu adalah menjadi segala muara suka dan duka mereka, anak² kelak….
Ukhti, sudahkah Ukhti mempunyai bekal menghadapi semua sifat anak² Anti kelak (insya Alloh, jika diberi amanah maksudnya), bukankah perbedaan kharakter anak² itu rahmat (begitu kata Teh Ninih, Huriyahnya Aa’ Gym), dan bagaimana sikap kita yang terpenting, yaitu dalam mengahdapi mereka, duh jadi pengen deh, seperti Teh Ninih, ato sudah kepingin jadi Umi? :p
Ukh, yang paling penting itu, CINTA, dan semua itu akan membawa Anti pada sebuah keinginan untuk memberika yang terbaik buat yang dicintai, mereka anak² kelak, dan yang pasti juga buat QOWWAMU ALANNISA, :p…
Ih, udah deh Ukh mostingnya, kerja lagi yah……,
Wat affah, love forever
Masa-masa di “Kharisma” tercinta, miss u all, 2004
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.